Waspada Antraks Pada Hewan Kurban Yang Dapat Menjangkit Manusia

0
667
net/ilustrasi

JUMAT, (1/9/17) besok, masyarakat muslim yang akan berkurban khususnya di Indonesia, termasuk di Cirebon dan Jawa Barat-Banten pada umumnya mereka sudah mulai mempersiapkan hewan kurbannya.

Seperti diketahui, hewan yang akan dikurbankan itu haruslah hewan yang sehat dan layak untuk dikonsumsi.

Dalam hal ini, masyarakat perlu mengetahui tentang berbagai penyakit hewan yang mungkin diidap hewan kurban. Terutama kemungkinan penyakit sangat berbahaya seperti hal nya penyakit antraks yang menyerang hewan. Apa saja ciri-ciri hewan yang terjangkit antraks, penularan antraks dan bagaimana cara mencegah serta menanggulanginya.

 

Mengenal Antraks

Antraks adalah radang limpa yang juga merupakan penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas. Penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Penyakit ini hampir setiap tahun selalu muncul di daerah endemis, yang akibatnya dapat membawa kerugian bagi peternak dan masyarakat luas. Hampir semua jenis ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, dan kuda) dapat diserang antraks, termasuk juga manusia.
Ciri-ciri Hewan yang Terjangkit Antraks

Menurut Srimudji Artiningsih sebagai Kepala Laboratorium Balai Pengujian dan Penyidikan Penyakit Hewan dan Kemafet Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, ciri-ciri utama hewan yang tertular virus antraks adalah bulunya kusam, badan panas, tidak mau makan dan dari anus atau lubang hidung keluar darah.

 

Cara Penularan Antraks
Bacillus anthracis tidak berpindah langsung dari ternak satu ke ternak yang lain, tapi biasanya masuk ke dalam tubuh ternak bersama makanan, perkakas kandang atau dari tanah (rumput). Infeksi tanah inilah yang dianggap paling penting dan berbahaya. Spora yang ada di dalam tanah bisa naik ke atas oleh pengolahan tanah dan hinggap di rumput, yang kemudian dimakan ternak bersama sporanya. Demikian juga spora itu bisa masuk ke dalam kulit, apabila hewan itu berada dan tidur di tempat yang tercemar.

Spora ini akan tumbuh dan berkembang biak dalam jaringan tubuh dan menyebar ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah. Ternak penderita penyakit antraks dapat menulari ternak lain, melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan dapat menjadi sumber untuk munculnya kembali wabah di masa berikutnya. Cara penularan lain, bila ternak penderita sampai dipotong/bedah atau kalau sudah mati sempat termakan burung liar pemakan bangkai, sehingga sporanya dapat mencemari tanah sekitarnya, serta menjadi sulit untuk menghilangkannya.

 

Antraks Dapat Menjangkit Manusia

Antraks dapat memasuki tubuh manusia melalui usus, paru-paru (dihirup), atau kulit (melalui luka). Antraks tidak mungkin tersebar melalui manusia kepada manusia.

Jika seseorang sudah diagnose menderita penyakit antraks sebaiknya dilakukan tes laboratorium untuk mengetahui perkembangan bakteri yang tumbuh pada tubuh.

Berikut adalah penyebab penyakit antraks :

  • Bakteri Bacillus Anthracis
  • Terjadi Infeksi yang Disebabkan Oleh Bakteri
  • Memakan Daging Hewan yang Menderita Antraks
  • Menghirup Spora Melalui Udara Pada Hewan Terinfeksi Antraks
  • Menyentuh Spora Melalui Goresan / Luka Hewan Penyebab Antraks
  • Gejala Penyakit Antraks :

 

Gejala Penyakit Antraks Pada Kulit

  • Rasa Gatal Pada Kulit yang tidak Kunjung Sembuh
  • Kulit yang Gatal mengalami Pembengkakan
  • Timbul Korengan
  • Waktu Sembuh Cukup Lama

 

Gejala Penyakit Antraks Paru

  • Mual
  • Batuk
  • Demam
  • Sakit Kepala
  • Sesak Napas
  • Nyeri Dada

 

Gejala Penyakit Antraks Pada Pencernaan

  • Diare
  • Demam
  • Sakit Perut
  • Diare Berdarah
  • Luka Pada Mulut
  • Mual dan muntah

 

Cara Penanggulangan Penyakit Antraks Pada Ternak :

Pencegahan Antraks pada Hewan

  • Semua ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan kuda) harus divaksin secara teratur. Mintalah bantuan petugas Dinas Peternakan setempat atau Dokter hewan terdekat.
  • Jagalah kebersihan dan kesehatan kandang, dengan selalu membersihkan kotoran dan desinfektasi, serta upaya penghapusan hama penyakit.
  • Berilah makanan dalam jumlah cukup dan bermutu (bergizi).
  • Bagi ternak besar (kerbau dan sapi), jangan terlalu dipaksakan kerja berat. Keletihan dan kurang makan dapat mempermudah berjangkitnya wabah penyakit anthrax. Aturlah cara kerja yang baik, sehingga tidak menyebabkan ternak sangat lelah, untuk itu aturlah waktu istirahat yang tepat.
  1. Terhadap Ternak yang Sehat 
  • Ternak yang sehat, tapi tinggal sekelompok dengan yang sakit diberi suntikan serum atau antibiotik, dan setelah kurang lebih 5 hari baru divaksin.
  • Ternak yang sehat, 5-10 km dari daerah yang tercemar (pusat wabah) penyakit diadakan vaksinansi.
  1. Terhadap Ternak yang Sakit 
  • Pisahkan segera dari ternak yang sehat.
  • Pengobatan dengan serum dan atau kombinasi antibiotik (penicillium, Streptomycin,Oxitetracyclin, Chloramphenicol) atau terapi (Sulametazine, Sulafanilamide, Sulafapyridin dan lain-lain).
  • Setelah penderita sembuh dapat divaksinasi.
  • Bagi ternak yang sudah mati akibat anthrax, dibakar, diberi desinfektan kemudian dikubur. Sedangkan bangkai yang sudah terlanjur dikubur, tanahnya dibuka kembaIi, tanah galian diberi desinfektan dan kapur, serta bangkai dibakar, kemudian kuburan kembali ditutup.
  • Susu yang berasal dari ternak sakit harus dimusnahkan, dibuang dengan dicampur larutan formalin.

Penanggulangan Penyakit Antraks Pada Manusia

Pengendalian gejala penyakit antraks pada ternak ternak sangat penting untuk pencegahan penyebarannya ke manusia. Hewan mati yang disebabkan oleh penyakit antraks biasanya mati mendadak, dengan menderita penyakit yang singkat sebelum mengalami kematian. Pengobatan yang dilakukan pada kebanyakan orang penderita antraks biasanya menggunakan antibiotik. Beberapa antibiotik dipercaya efektif dalam mengobati penyakit ini. Pengobatan dengan antibiotik sangat penting, terutama untuk antraks hirup. Dalam beberapa situasi antibiotik dapat dijadikan pencegahan terhadap orang-orang yang diduga telah terkena spora antraks. Ketika mengobati anthraks hirup, kombinasi antibiotik harus digunakan. Lama pengobatan biasanya sekitar 60 hari untuk orang-orang yang telah terkena anthraks, karena mungkin perkembangan spora yang cepat dalam tubuh. Jika pada antraks kulit, diobati dengan antibiotik dengan cara diminum, biasanya selama 7 sampai 10 hari, begitupun dengan antraks jenis lainnya. Selalu menjaga kebersihan sekitar untuk mencegah bakteri atau virus apapun menyerang kita, biasakan untuk mencuci tangan dengan antiseptic sebelum dan sesudah melakukan pengecekan terhadap hewan. (Dari berbagai sumber/Net/Dina/Gragepolitan)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here