Wafat Tadi Sore, Mantan Sekda Kab Cirebon Dinyatakan Positif Covid-19

0
1435

Gragepolitan, CIREBON – Kabar meninggalnya mantan Sekda Kab Cirebon, H Zaenal Rusyamsi (Pak Joni) diduga akibat terpapar Covid-19, ternyata benar adanya. Kepastian tersebut setelah hasil swab test almarhum dinyatakan positif terpapar Virus Corona.

Seperti disampaikan salah satu anggota keluarganya kepada salah seorang pejabat Pemkab Cirebon melalui pesan whatshap sekira  Pukul 21.32 WIB malam ini.

“Barusan di grup Wa GOW sudah ada berita hasil swab test positif dan akan dikebumikan di Palimanan,” tulis pejabat tersebut melalui pesan whatshup kepada gragepolitan dan PRTV.

Sedangkan dari pesan whatshap anggota keluarga almarhum yang discreenshot, tertulis jika almarhum sebelumnya memang disebutkan dokter yang menanganinya terpapar Covid-19. Kesimpulan tersebut saat itu, mengacu pada hasil CT Scan yang merekam adanya bercak putih di paru-paru almarhum.

“Saat itu saya dipanggil dokter dan untuk memastikan almarhum positif covid atau tidak dokter meminta saya memilih di test swab atau dengan cara CT Scan. Karena yang lebih cepat diketahui hasilnya CT Scan, akhinya dilakukanlah dengan cara itu. Hasilnya dokter mengindikasikan almarhum terpapar Covid-19. Kemudian almarhum dipindah ke ruang iisolasi tak boleh ditunggui,” papar anggota keluarga almarhum dalam pesan whatshupnya.

Ia menyebutkan, pada tanggal 31 Agustus yang lalu, almarhum masuk RS Mitra Plumbon karena gula darahnya sampai 800. Pada dini hari, almarhum harus dipindahkan ke HCU karena saturasinya/kadar oksigen dalam darahnya hanya 60%. Kemudian siangnya atau Selasa (1/9/2020) dokter memanggilnya untuk dilakukan test swab atau CT Scan.

Menurutnya, dirinya sudah sering memperingatkan almarhum soal pandemi ini, Tapi yang bersangkutan sangat sungkan dan selalu ingin menyenangkan semua orang. Seperti sejak 2 bulan terakhir, Ia banyak sekali undangan, menjadi saksi atau jadi penerima pengantin, jadi sulit di-tracing dimana terinfeksinya.

“Tapi saya mohon jangan menyalahkan masyarakat, Apalagi menyalahkan mereka tidak disiplin. Karena mayoritas undangan itu dari aparatur pemerintah sendiri. Jadi sulit mengharapkan awareness masyarakat akan bahayanya pandemi ini jika awareness dari pihak yang berwenang pun sangat minim,” katanya.

Terakhir, dirinya tidak ingin menyalahkan siapapun. Karena ini adalah qadarullah, Apapun penyebabnya itu hanya pengantar saja.

“Kami sudah berkordinasi dengan dinkes setempat dan rencananya akan melakukan tracing bagi siapapun yang berinteraksi dengan ayah saya selama 14 hari terakhir ini, Saya berharap semuanya dalam keadaan sehat.

Semoga bisa menjadi ibroh bagi semuanya, untuk menjaga diri, menjaga keluarga. Semoga Alloh senantiasa menjaga dan memberikan kesehatan untuk kita semua, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin,” uucapnya.

Sementara itu, menyusul kabar tersebut, Kabag Humas Pemkab Cirebon yang juga Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kab Cirebon, Nanan Abdul Manan, enggan memberi penjelasan. Alasannya secara resmi hal itu akan disampikan Dinakes Kab Cirebon.

“Mohon maaf kami tak bisa mendahului dinkes. Nanti resminya mungkin akan disampaikan,” kata Nanan tanpa mengiyakan atau pun membantah kabar positifnya almarhum terpapat Covid-19.

Sementara itu, hingga Pukul 21.15 WIB malam ini, jenazah almarhum dikabarkan masih di RSMP. (dk/gragepolitan/PRTV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here