UNU Harus Pindah, Gedung Eks Pusdiklatpri Akan Dijual Pemkot Cirebon Untuk Embarkasi

0
544

CIREBON, (Grapol) – Nasib Gedung Eks Pusdilatpri yang kini statusnya masih dipinjam pakai Universitas Nadlatul Ulama (UNU), direncanakan Pemkot Cirebon untuk dijual ke Kemenag RI atau ke Pemprov Jabar. Alasannya bisa dijadikan untuk embarkasih jemaah haji menyusul akan dioperasikannya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada tahun 2018 ini.

“Terlebih dahulu akan kita lakukan evaluasi apa yang harus kita perbaiki. Baru setelah itu akan kita tawarkan kepada Kemenag maupun Pemprov Jabar untuk bisa dimanfaatkan sebagai gedung embarkasi jemaah haji. Apalagi kan jaraknya ke BIJB cukup dekat hanya butuh waktu 30 menit dari sini,” ungkap Pjs Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, Jumat (6/4/2018).

Ia menyebutkan, dengan akan segera beroperasinya BIJB Kertajati. Itu mesti ditangkap Kota Cirebon sebagai peluang. Sehingga semuanya harus dipersiapkan, termasuk kemungkinan dibenahinya gedung Pusdilatpri untuk bisa ditawarkan.

“Keberadaan BIJB Kertajati ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun internasional ke Kota Cirebon. Untuk itu, harus dipersiapkan hotelnya, destinasi pariwisata, kuliner dan yang lainnya, karena kota Cirebon ini bukan lagi lintasan tapi sudah menjadi kota tujuan termasuk wisata,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Cirebon, Asep Dedi mengungkapkan jika eks gedung Pusdiklatpri yang berada di lahan seluas 1,4 hektar tersebut sudah diserahkan dari Pemprov Jabar kepada Pemkot Cirebon.

“Sejarahnya dulu, gedung ini digunakan untuk jemaah dari Jabar yang menggunakan kapal laut, jadi gedung ini bisa difungsikan kembali sebagai Embarkasi jemaah haji,” tuturnya.

Ketika mengomentari keberadaan Universitas NU yang masih meminjam gedung tersebut, Dedi mengaku sudah menyurati pihak UNU untuk bersiap mencari lokasi yang baru.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke BIJB Kertajati, Rabu , 4 April lalu , Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan jika BIJB Kertajati akan digunakan untuk penerbangan haji minimal untuk dua kabupaten terelbih dahulu. Masing-masing Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang. Dari kedua kabupaten tersebut tercatat ada 7 penerbangan yang nantinya akan menggunakan pesawat airbus 330. Tidak hanya itu, BIJB juga akan melayani penerbangan komersil dimulai saat mudik lebaran mendatang.

“Sedikitnya ada 5 kota yang dilayani yaitu Medan, Surabaya, Bali, Makassar. Sedangkan untuk Pulau Kalimantan bisa Kota Samarinda atau Balikpapan,” tuturnya.(Cepy/Grapol)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here