Tragis, Sepasang Pengantin Baru Asal Cirebon Tewas Tabrakan di Kuningan

0
20455
Inez/Grapol

KUNINGAN, (Grapol)– Kecelakaan maut hingga menewaskan dua orang terjadi di persimpangan Jalan Baru Caracas, Kamis (26/10/2017) sekira Pukul 10.30 WIB. Tragisnya, korban tewas merupakan pasangan suami sitri (Pasutri) warga Desa Picungpugur Kec Lemahabang Kab Cirebon yang baru beberapa bulan menikah (pengantin baru).

Diperoleh informasi, kecelakaan saat sepeda motor Honda CB 150R E 4192 NZ yang dikendarai korban bertabrakan dengan mobil jenis elf pariwisata . Kerasnya benturan kecelakaan terdengar keras hingga mengagetkan masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Korban tewas Jahid (31) bersama istrinya Suci Dwi Febriyanti (20) setelah sepeda motor mereka bertabrakan dengan elf pariwisata yang dikemudikan Doni Saputra (18) warga Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Sebelumnya, sepeda motor yang dikendarai korban melaju kencang dari arah timur, dan saat bersamaan kendaraan elf pariwisata pun melaju kencang dari arah selatan.

“Tabrakan terjadi tepat di tengah-tengah persimpangan. Motor dihajar elf pariwisata hingga terpental 10 meter ke arah utara dan pengendara serta yang dibonceng bergelimpangan di jalan,” ungkap Hada, warga sekitar yang menjadi saksi mata peristiwa kecelakaan.

Benturan keras menyebabkan dua pengendara motor yang diketahui pasangan suami istri yang baru menikah sekitar lima bulan tersebut mengalami luka parah. Terutama sang istri yang diduga mengalami benturan keras di bagian kepala mengalami pendarahan hebat hingga keluar dari hidung dan telinganya.

Sedangkan sang suami yang terkapar tak jauh dari isrinya masih sempat mengaduh dan meminta pertolongan warga.

Kejadian kecelakaan tersebut segera mendapat penanganan petugas dari Unit Laka Polres Kuningan yang kebetulan tengah menangani kecelakaan ringan tak jauh dari sana. Oleh petugas, pasangan pengantin baru yang mengalami luka serius ini pun langsung dilarikan ke RSUD Linggajati untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayang, akibat luka serius yang dialami Suci menyebabkan nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan tersebut.

Sedangkan sang suami yang mengalami trauma serius pada bagian dada dan kaki kanan patah, sempat mendapat penanganan tim medis IGD RSUD Linggajati dengan memberikan oksigen dan infuse. Namun selang dua jam kemudian kondisinya semakin memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Meninggalnya pasangan suami istri tersebut  sontak disambut jerit tangis histeris kedua orang tua korban yang sudah berkumpul di RSUD Linggajati. Mereka datanng setelah mendapat informasi dari kepolisian tentang kecelakaan yang dialami anaknya itu.

Mereka tak menyangka keduanya meninggal dunia di saat usia perkawinan mereka baru seumur jagung.

“Anak saya dan istrinya sedang dalam perjalanan hendak kembali ke tempat kerjanya di Garut. Mereka baru menikah setelah Lebaran Idul Fitri lalu, belum punya anak,” ujar Warkat, ayah dari Jahid sedih.

Kanit Laka Polres Kuningan Iptu Haerudin Sumang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, korban Suci mengalami luka serius pada bagian kepala dan leher patah. Hal ini yang menyebabkan banyak darah keluar dari hidung dan telinga korban hingga akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Sedangkan korban Jahid, mengalami benturan keras di bagian dada hingga menyebabkan beberapa tulang rusuknya patah. Hal ini menyebabkan terjadi pendarahan di organ tubuh bagian dalam korban dan kemudian korban mengalami koma hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB,” ungkap Sumang.

Atas kejadian tersebut, lanjut Sumang, pihaknya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap sopir elf pariwisata tersebut dan beberapa penumpang serta warga di lokasi kejadian sebagai saksi. Sementara barang bukti kendaraan motor CB 150R dan elf pariwisata yang terlibat tabrakan, kata Sumang, telah diamankan di Mapolsek Cilimus.

“Sopir elf masih kami amankan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan dua korban meninggal dunia sudah dibawa pulang keluarganya masing-masing untuk dikebumikan di kampung halamannya,” ujar Sumang.(Inez/Grapol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here