The Story of Kucing Dapur Band

0
261

Musik – Kucing Dapur adalah band alternative rock/post-grunge asal Jakarta, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 1997 oleh Bango (vocalist), Dodo (guitarist), Kai (Bassist) dan Bima (drummer).

Pada awalnya, Eko a.k Bango dan Bima memutuskan untuk membentuk band baru setelah sebelumnya band Punkrango bubar, dengan mengajak Dodo dan Kai yang kebetulan semuanya teman sekampus di Universitas Sahid dan satu organisasi di UMUS (Unit Musik Univ. Sahid). Dodo dan Kai memutuskan mundur dari band tahun 1998 dan digantikan oleh Lulu (guitarist) dan Rully (bassist). Tahun 1999 Bima memutuskan mundur untuk fokus dengan X-Part, sebuah band proyek beraliran progressive metal. Di tahun yang sama Rully mengenalkan Ijoel (drummer) untuk mengisi kekosongan posisi drummer.

Album pertama mereka dirilis tahun 2001, yang diberi nama Hidup Itu Apa? berisikan 10 lagu yang direkam secara live di Studio K Jatiwaringin. Judul album tersebut menggambarkan keseluruhan isi dalam lagu-lagunya tentang banyak hal, seperti keresahan dalam menjalani dan memaknai kehidupan, isu sosial dan politik. Saat itu musik Kucing Dapur diantaranya banyak dipengaruhi oleh Nirvana, Pearl Jam, Sonic Youth, Foo Fighters, Bush, Silverchair, Collective Soul, Live, R.E.M, Rancid, NOFX, Gas Huffer, Deftones, Incubus. Pada saat itu lagu Insect Food, Terkam dan Kotor cukup popular di kalangan komunitas grunge. Kucing Dapur mengalami stagnan dan vakum tahun 2002 dikarenakan kesibukan masing-masing personil dan hilang ditelan rutinitas begitu saja sepeninggal Lulu bergabung dengan band hardcore 021 (Kodusa) lalu menikah dengan Al (Purgatory) tahun 2005, Ijoel pernah aktif menjadi additional drummer di band Daily Feedback dan dikejutkan oleh berita wafatnya Rully pada tahun 2006.

Empat belas tahun berlalu, Kucing dapur memutuskan bangkit lagi dengan formasi baru dengan diperkuat oleh Ical/FSL (guitarist), Tommy (guitarist) dan tak lama bergabung pula Duce (Bassist). Ical sendiri adalah scenester yang cukup lama malang melintang dalam komunitas grunge dan terlibat dalam berbagai band seperti Aberdeen, Anarexia dan Matimuda. Tommy sebelumnya mempunyai band experimental noise rock Beyond Any Recognition dan sampai sekarang masih aktif menjadi additional bassist untuk band Toilet Sounds bersama Ijoel sebagai additional drummer, Duce sendiri adalah pemain bass yang handal dan masih sepupu dari Bango. Dengan formasi akhir dan solid ini Kucing dapur akhirnya mengeluarkan single berjudul Shit ‘N Die dengan format digital streaming di bulan Juli 2017 dan tak lama di bulan September mereka merilis secara fisik Mini Album/EP yang diberi judul Shit ‘N Die yang berisikan empat lagu, plus satu lagu bonus track dari FSL Judass Kiss.

Personil terkini dari KUCING DAPUR adalah :

• Tubagus Eko Nurdiyanto “Bango” – vocals (1997-sekarang)

• Julianto Sitompul “Ijoel/Ucok” – drum (1999-sekarang)

• Faisal “Ical/FSL” – guitars (2016-sekarang)

• Martinus Tommy Nugroho “Tommy” – guitars (2016-sekarang)

• Simon Duce “Duce” – bass (2016-sekarang)

Ex-Personil

• Tukot Arnaldo “Dodo” – guitars (1997-1998)

• Dasrial “Kai” – bass (1997-1998)

• Muhammad Bima Persyada “Bima” – drum (1997-1999)

• Rully Ade Hermawan “Rully/Achoz” (RIP) – bass (1998-2002)

• Lusita Andita Putri “Lulu” – guitars (1998-2002)

Diskografi

Studio Albums

• Hidup Itu Apa? (2001)

Mini Album/Extended Plays

• Shit ‘N Die (2017)

Singles

• Shit ‘N Die (2017).

(Andrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here