Kerahkan 2.192 Petugas PPDP, Bupati Tak Luput Jadi Sasaran Coklit

0
452

MAJALENGKA, (Grapol) –Sebagaimana tahapan Pilkada dan Pilgub, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di berbagai daerah secara serentak mulai menggelar pencocokan dan penelitian (Coklit), Sabtu (20/01/2018). Di Kab Majalengka, Bupati setempat, H Sutrisno tak luput dari sasaran Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dengan mendatanginya di Rumah Dinas Bupati (Pendopo) Jalan A Yani Kel Majalengka Kulon.

Ketua KPU Majalengka, Supriatna, mengatakan, seperti sudah dijadwalkan gerakan Coklit Nasional dimulai sejak Januari 2018.

“Maksud serentak anggota KPU, PPK dan PPS wajib mendampingi PPDP dalam kegiatan coklit minimal 5 rumah. Mudah-mudahan warga Majalengka tidak ada yang tercabut hak pilihnya dan kami selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil,” kata Supriatna saat ikut mendampingi petugas Coklit di Pendopo Bupati.

Sementara itu, Bupati Sutrisno mengharapkan dengan gerakan coklit Nasional data pemilih lebih akurat. Ia mendukung kegiatan coklit dan berharap kualitas demokrasi ke depan menjadi lebih baik.

“Saya mengimbau warga agar tidak Golput. Semoga pelaksanaan
coklit ini lancar dan berbanding lurus dengan pelaksanaan Pilkada,” katanya.

Di tempat sama, Sekretaris KPU Kabupaten Majalengka Hj. Lilis Yuliasih mengungkapkan, coklit juga dilakukan di rumah Wakil Bupati H. Karna Sobahi yang juga sebagai calon bupati dan para Calon Bupati lainnya seperti H. Sanwasi, Taufan Anshar, Tarsono D. Mardiana, KH. Maman Imanulhaq dan Jefry Romdhoni.

Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Majalengka Divisi Teknis, Cecep Jamaksari, mengatakan, sedikitnya 2.192 Petugas PPDP akan mendatangi semua rumah warga untuk melakukan Coklit untuk mencatat pemilih yang telah memenuhi syarat, tetapi belum terdaftar dalam daftar pemilih.

“Coklit juga memperbaiki data pemilih apabila terdapat kesalahan, mencoret pemilih yang telah meninggal dan mencoret pemilih yang telah pindah domisili ke daerah lain,” jelas Cecep.

Cecep menambahkan, petugas PPDP juga akan mencoret pemilih yang telah berubah status sipil menjadi status TNI atau POLRI. mencoret pemilih yang belum genap berumur 17 tahun dan belum kawin/menikah pada hari pemungutan suara, serta mencoret data pemilih yang dipastikan tidak ada keberadaannya, dan mencoret pemilih yang terganggu jiwa/ingatannya berdasarkan surat keterangan dokter.

“Coklit juga akan mencoret pemilih yang sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, dan mencatat pemilih berkebutuhan khusus pada kolom jenis disabilitas serta mencoret pemilih yang berdasarkan identitas kependudukan, bukan merupakan penduduk pada daerah yang menyelenggarakan pemilihan,” jelas dia.

Hal yang sama dikatakan Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Dr. H. Diding Bajuri meminta masyarakat ikut partisipasi dan pada proses coklit ini. Kegiatan coklit akan berlangsung serentak mulai Sabtu 20/1/2018 sampai 18/2/2018.

“Kalau Coklit serentak nasional, hanya tanggal 20 Januari 2018. Maksud serentak anggota KPU, PPK dan PPS wajib mendampingi PPDP dalam kegiatan coklit minimal 5 rumah,” jelas dia. (Nano/Vian/Grapol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here