Telan Koin Nyangkut di Tenggorokan, Bocah di Kuningan Ini Tak Bisa Makan

0
254
ilustrasi/net/gragepolitan

JANGAN teledor dengan anak-anak kita, apalagi yang usianya masih di bawah lima tahun alias Balita. Karena berbagai hal tak diinginkan bisa menimpa anak seusia mereka.

Seperti menimpa Nadira Tafhana (4), balita warga Dusun Manis RT 06/02 Desa Cihirup Kecamatan Ciawigebang, tanpa diketahui pasti awalnya Ia tiba-tiba menderita sakit di tenggorokannya. Selidik punya selidik, Nadira tanpa diketahui telah menelan uang koin pecahan Rp 1.000 dan menyangkut di tenggorokannya.

“Saya baru tahu Nadira menelan uang koin setelah Ia tidak dapat berbicara dan muntah usai meminta uang jajan kepada Saya. Kejadiannya pada Rabu tanggal 5 September lalu,” kata Yayah (32) kakak Dian sang ibu korban yang merawat Nadira sejak kecil belum lama ini.

Ia menyebutkan, saat itu Nadira meminta uang untuk jajan, kemudian dirinya memberikan uang logam Rp 1.000 kepada Nadira. Tiba-tiba lima belas menit kemudian, Nadira datang dan muntah, ketika ditanya Nadira hanya bisa menunjuk ke arah mulutnya saja tanpa bisa berbicara apa-apa.

“Saya tanya ke Nadira mana uangnya, dia hanya bisa menunjuk ke dalam mulutnya saja. Karena panik saya pun membawa Nadira ke mantri terdekat hanya saja dirujuk untuk di bawa ke rumah sakit. Saya pun memberitahukan ibunya yang bekerja di Jakarta, dan menunggu ibunya pulang,” kata Yayah.

Sementara itu, ibu kandung Nadira, Dian, menuturkan bahwa putrinya telah di bawa ke RS Wijaya dan RSUD 45. Namun RS tersebut merujuk putrinya untuk di bawa ke RS yang lebih besar dengan alasan peralatan yang dibutuhkan untuk menolong putrinya tidak ada.

“Sempat anak saya di bawa ke RS Permata Cirebon, karena biayanya yang cukup besar akhirnya anak saya dibawa pulang lagi,” keluh Dian.

Dian tidak mampu menyediakan uang sebesar Rp 25 juta untuk biaya anaknya tersebut. Dian hanya bisa pasrah menunggu bantuan agar putrinya dapat dilakukan pengobatan. Kondisi Nadira saat ini memang tampak tidak mengkhawatirkan, hanya saja sudah beberapa hari ini Nadira tidak dapat menelan makanan ataupun minum. Bahkan berat badannya pun menyusut hingga 2 kg.

“Saya bingung harus berbuat apa dan ke mana harus mencari uang sebanyak itu. Mudah-mudahan ada jalan keluar bagi kesembuhan anak saya,” katanya.

Di tempat yang sama, salah satu perangkat Desa Cihirup Enda Caskenda menambahkan bahwa pihak desa telah berupaya maksimal selama ini membantu Nadira. Hanya saja, biaya begitu besar menjadi kendala bagi pihak desa, apalagi yang bersangkutan tidak memiliki BPJS.(Kesha/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here