Tanah Desa Pangenan Dijual, Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Pabrik Puluhan Miliar Rupiah

0
187

Gragepolitan, CIREBON – Dugaan korupsi menyeruak pada pengadaan lahan pabrik plastik senilai puluhan miliar rupiah di Desa Pangenan Kec Pangenan Kab Cirebon. Terutama dengan adanya tanah desa seluas 3,8 hektare yang ikut dijual kepada pihak pabrik (investor) yang kemudian penggantian lahannya dilakukan terkesan tidak transfaran.

Seperti diketahui, pengadaan lahan untuk pabrik yang kini pembangunannya dihentikan tersebut, dilakukan pada tahun 2016 lalu. Saat itu Camat Pangenan masih dijabat MU dan kuwu berinisial CE yang kini masih bertugas. Keduanya diduga mengetahui persis pengadaan lahan untuk pabrik plastik tersebut, termasuk dijualnya tanah desa hingga penggantian lahannya di wilayah Kec Karang Sembung.

Diperoleh informasi, penggantian tanah desa yang dijual ke pihak pabrik memang kemudian dicarikan gantinya sesuai ketentuan dua kali lipat luas tanah desa sebelumnya atau yang mereka jual. Namun hingga kini berapa harga per meter tanah yang mereka beli untuk ganti tanah desa tersebut, tidak diketahui secara pasti. Hal ini pun kemudian mengundang banyak dugaan, termasuk dari sejumlah masyarakat setempat.

Selain oknum camat MU dan Kuwu CE, dalam dugaan korupsi ini muncul tokoh lainnya yang menjadi partner atau pihak yang memfasilitasi penjualan dan juga pembelian tanah desa. Meski belum diketahui secara pasti siapa orang tersebut, namun disebut-sebut juga merupakan seorang oknum kuwu dari luar Desa Pangenan.

Saat dikonfirmasi perihal dugaan korupsi tersebut, Camat MU, enggan memberikan komentar banyak. Pihaknya justru kemudian agar persoalan lahan desa ditanyakan langsung kepada Kuwu CE dengan alasan pihak desa yang lebih mengetahui. Apalagi, saat ini dirinya sudah tak bertugas lagi di Kec Pangenan, atau telah berpindah tugas ke kecamatan lainnya.

“Untuk tanah desa sudah dibelikan gantinya di Kec Karang Sembung. Tapi lebih jelasnya langsung ke kuwu setempat saja ya. Atau coba tanyakan ke Bagian Pemerintahan di Setda Kab Cirebon. Karena sudah ditangani hal ini oleh Bagian Pemerintahan Setda. Bisa juga hubungi pak Camat Pangenan saat ini,” katanya melalui sambungan telepon.

Terpisah, Kuwu Desa Pangenan, CE, menolak untuk memberi keterangan terkait penjualan tanah desa sekaligus pembelian gantinya. Ia hanya menyebut kalau propses pembebasan lahan, termasuk penjualan aset tanah desa 3,8 hektar sudah dilakukan sesuai aturan.

“Untuk tanah desa ini kami saat itu hanya sebatas melakukan pengadministrasian, dan itu sesuai dengan seharusnya. Untuk lahan gantinya sudah dibelikan kembali. Adapun kaitan harga penjualan ke pihak pabrik, itu harganya kan saat itu mengacu pada aprisal bank,” ujarnya belum lama ini.

Ia menyebutkan, terkait pembebasan lahan tanah untuk pabrik plastik tersebut, bukan hanya sebatas pihak desa. Tetapi disebutkannya ada tim yang di dalamnya termasuk dirinya selaku kuwu di desa setempat.

Sementara itu, Camat Pangenan saat ini, Bambang, menegaskan, pabrik plastik di Desa Pangenan saat ini pembangunannya sudah dihentikan sementara oleh Satpol PP Kab Cirebon. Penyebabnya, bangunan pabrik menyalahi aturan karena belum ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tiba-tiba sudah dibangun. Sehingga Pol PP melakukan pemberhentian sementara sambil menunggu selesainya persyaratan.

“Pabrik itu sekarang kan pembangunannnya sudah dihentikan satpol pp,” katanya singkat.(Tim gragepolitan/prtv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here