Sultan Kasepuhan Cirebon: Ajakan Referendum Tak Benar, Keraton se-Nusantara Tetap Setia Pada NKRI

0
173

DICATUT salah seorang oknum dari kerajaan Aceh  yang mengatasnamakan serta mengundang raja-raja dan sultan se-nusantara dengan menggelar referendum pencabutan mandat kepada Bung Karno untuk menjadi NKRI, diklarifikasi Sultan Sepuh XIV yang juga Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara, PRA Arief Natadiningrat, Kamis (30/5/2019).

Bertempat di Keraton Kasepuhan Cirebon, dirinya memberi penjelasan seputar kabar adanya ajakan agar para raja dan sultan berkumpul di Tugu Proklamasi Jakarta dengan agenda pencabutan mandat, tidaklah benar.

“Seperti diketahui, ajakan tersebut kini beredar di medsos dan tentu sangat mengganggu. Padahal kami tegaskan itu adalah tidak benar. Apalagi, kami pertama tidak tahu menahu tentang undangan itu. Lalu kedua tidak mengadakan kegiatan yang dimaksud, dan ketiga Raja dan sultan Se-nusantara selama ini selalu bersama dengan pemerintah untuk bagaimana ikut membangun negara dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Sultan.

Ia menyebutkan, raja dan sultan se-nusantara dan forum silaturahmi keraton se-nusantara adalah mitra dari pemerintah. Di mana salah satu tujuannya adalah ikut melaksanakan program pemerintah, sehingga tidak benar jika kemudian ada yang menginginkan referendum.

“Kalaupun ada kegiatan pasti kami akan ada rapat dulu. Setelah itu kemudian hasilnya disahkan dulu untuk kemudian diplenokan. Jadi, tidak asal disebar begitu saja di medsos, tetapi ada mekanisme organisasinya apalagi Ini mengurusi bangsa dan negara yang tentu tidak main-main. Kalau seperti sekarang ini membahayakan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sultan menghimbau kepada masyarakat, abdi dalem serta keluarga keraton untuk tidak terpancing. Selain itu, ia mengajak untuk tetap tenang.

“Kami semua sedang menghadapi Idul Fitri jadi kami tetap ada di keraton dan istananya masing-masing, tidak ada yang mengadakan kegiatan di Jakarta,” tandas Sultan yang didampingi Brigjen Pol (Purn) A. A Maparesa, Dewan pakar FSKN dari Kerajaan Turikale, Maros, Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Sultan menghimbau kepada masyarakat, abdi dalem serta keluarga keraton untuk tidak terpancing. Selain itu, ia mengajak untuk tetap  tenang.(Cepy/Gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here