Sidang Kasus Pemerasan Oknum Wartawan Majalengka, Terungkap Gratifikasi Rp 7 Juta Karena Kuwu Takut Proyek DD Diberitakan

0
555

MAJALENGKA, (Grapol) – Kasus pemerasan tiga oknum wartawan di Majalengka mulai disidangkan Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Rabu (28/3/2018). Pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua Didik Haryadi tersebut, agendanya untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

“Kita hadirkan lima orang saksi yakni Usup Supriatna Kepala Desa Indrakila Kecamatan Sindang,   Dedi Kepala Desa Sangkanhurip Kecamatan Sindang,  Jojo Camat Sindang,  dan Yayat serta Rudi yang berprofesi wartawan,” kata Didik Haryadi.

Dari kejaksaan, tampakr Jaksa Penuntut Umum (PJU) Agus Robani dan Agus Yuliana.

Didik menyebutkan,  ke dua terdakwa masing-masing AR (40) warga Kelurahan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Bandung, YT (40) penduduk Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran Majalengka, dan SP (41) warga Desa/Kecamatan Kadipaten Majalengka.

Menurutnya, dari keterangan dua orang saksi dari Kepala Desa Indrakika Usup Supriatna dan Kepala Desa Sangkanhurip Dedi  Kecamatan Sindang, mereka berdua bertemu dengan terdakwa AR dan SP di Aula  Lingkungan Kantor Kecamatan Sindang, tepatnya di Jalan Raya Jogja kecil No.37, Desa Sindang Kabupaten Majalengka. Saat itu keduannya membawa uang tunai Rp. 7 juta untuk diserahkan kepada ke dua terdakwa.

“Pertemuan tersebut dilakukan pada hari Kamis tanggal 4 Januari 2018 lalu.  Seperti dikatakan Kuwu Indrakila, Usup Supriatna, para terdakwa saat itu melakukan pemerasan  dengan mengancam akan menyebarluaskan maupun memberitakan data yang dimiliki tentang proyek atau dugaan adanya penyalahgunaan Dana Desa (DD) yang berada di Desa Indrakila, Kecamatan Sindang Majalengka,” paparnya.

Dikatakannya, karena takut saksi Usup Supriatna langsung menyangupi permintaan terdakwa. Di mana, awalnya  terdakwa  meminta kepadanya sejumlah uang Rp. 10 juta sebagai syarat agat tidak diberitakan dengan cara membeli koran sebanyak 2.000 eksemplar dengan harga satuan Rp.  5.000.

Namun, karena saksi Usup tidak sanggup dengan jumlah tersebut. Akhirnya terdakwa menawarkan keringanan dan menawarkan untuk menutupi berita tersebut sebanyak Rp. 7 juta.

“Saksi Usup berdua dengan Kuwu Sangkanhurip Dedi akhirnya menyanggupinya dengan terpaksa,” ujarnya.

Sementara itu, seperti diketahui, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka sebelumnya telah mengamankan tiga orang oknum wartawan asal Kabupaten Majalengka dari media yang berbeda. Ketiganya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) anggota Polres Majalengka.(Eka/Grapol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here