Buntut Sengketa Tanah Pembangunan Jalan Lingkar Kuningan, Polisi Mulai Periksa Saksi

0
304
Inez/Grapol

KUNINGAN, (Grapol) – Kasus sengketa tanah akibat ulah mafia tanah yang diduga melibatkan oknum aparat desa pada pembangunan Jalan Lingkar Sampora-Kertawangunan Kuningan terus bergulir. Kali ini untuk keempat kalinya, Saman (59) pemilik tanah yang berada di desa Karangmangu kecamatan Kramatmulya memenuhi panggilan polisi, Minggu (5/11/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

“Pemanggilan ini untuk yang keempat kalinya terkait laporan saya yang telah dirugikan akibat mafia tanah yang telah menjual tanah milik saya seluas 200 bata di Desa Karangmangu Kecamatan Kramatmulya. Seperti diketahui mereka menjualnya tanpa sepengetahuan saya selaku pemilik sah,” kata Saman kepada Grapol di dampingi Kuasa Hukumnya Yaser Arafat, SH, Senin (6/11/2017).

Ia menyebutkan, pada pemeriksaan tersebut, turut di mintai keterangan seorang saksi  bernama Agus yang pernah menjadi perantara jual beli sebidang tanah yang lainnya dengan pihak pembeli bernama Cecep.

“Pak Agus itu yang mengetahui bahwa saya tidak pernah menjual tanah yang luasnya 200 bata.  Bahkan Pak Agus sudah membuat surat pernyataan bahwa tanah yang sedang diperkarakan ini adalah benar milik saya. Memang saya pernah menerima uang muka sebesar Rp 50 juta, tapi itu untuk penjualan tanah yang lain yang luasnya 60 bata. Apalagi karena batal uang tersebut sudah saya kembalikan. Saya tidak menjual tanah yang luasnya 200 bata ini kepada siapa pun. Tapi aneh tiba-tiba sudah berubah nama,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kanit Harda Polres Kuningan, IPTU Mugiono, membenarkan kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Saat ini penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap para saksi terkait sengketa tanah dimaksud.(Inez/Grapol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here