Selamat Jalan Sultan Arief, Peletak Pondasi Eksistensi Keraton Kasepuhan di Tengah Modernisasi

0
233

KABAR duka memyelimuti Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat wafat dalam usia 55 pada Rabu sekira Pukul 05.20 WIB. Almarhum sakit dikarenakan kanker usus buntu yang dideritanya dan sempat dirawat intensif di RS Santosa Bandung.

Tokoh dari berbagai kalangangan tampak bertakziah mendatangi Keraton Kasepuhan tempat disemayamkannya jenazah. Bertolak dari RS Santosa Bandung, didampingi putra mahkota PRA Luqman Zulkaedin jenazah tiba di Keraton Kasepuhan sekira Pukul 11.15 WIB dan langsung disemayamkan di Bangsal Panembahan untuk memberikan kesempatan penghormatan terakhir bagi pejabat daerah, unsur TNI Polri dan masyarakat umum.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil tampak mengimami sholat jenazah. Ia pun langsung melepas jenazah untuk dimakamkan secara adat dan tradisi keraton di Komplek Pemakaman Astana Gunung Sembung, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Lokasinya berdekatan dengan sang ayah, Sultan Sepuh XIII, PRA Maulana Pakuningrat.

Sosok Sultan Sepuh di mata Gubernur Ridwal Kamil, begitu melekat. Menurutnya, Sultan Arief merupakan sosok yang teladan dan sangat berjasa bagi kemajuan Cirebon dan Jabar pada umumnya. Selain itu, dirinya memandang Sultan Arief sebagai figur kakak yang senantiasa mengajarinya tentang keikhlasan serta bagaimana menjadi pemimpin yang memegang teguh syariat Islam.

“Pak Sutlan Arief telah banyak langkah kongkrit maupun sumbang sarannya dalam membangun seni budaya. Di mata saya almarhum sudah seperti kakak yang kerap memberi nasehatnya,” ujar Gubernur.

Tokoh lainnya, Walikota Cirebon H Nashrudin Azis mengaku kehilangan sosok panutannya, Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat. Di matanya Sultan Arief merupakan tokoh kharismatik, konsen terhadap krmajuan budaya Cirebon. Selain itu, dirinya menganggap almarhum sebagai sosok orang tua yang selalu memberikannya wejangan.

“Kita tentunya sangat merasa kehilangan almarhum. Sebagai tokoh kharismatik, selama ini telah banyak memberi warna kemajuan Kota Cirebon, khususnya dalam seni budaya,” kata wali kota.

Sementara itu, prosesi pemakaman dilakukan secara adat keraton. Diiringi para abdi dalem dan 7 becak berbalut kain putih, ribuan masyarakat mengantar jenazah sultan dengan berjalan kaki hingga kompleks pemakaman.

Sepanjang jalan tampak dipenuhi masyarakat yamg turut mendoakan kepergian Sultan Sepuh Arief Natadiningrat ke peristirahatan terakhirnya.(Cepy Sukmana/PRTV/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here