Sekjen  PDIP Berbaur Ribuan Warga Cirebon Timur Hadiri Cai Diraga Festival Tahu Gejrot 

0
164

MASYARAKAT lima kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon menggelar acara budaya Cai Diraga resmi di Dusun Ciledug Lor, kecamatan Kabupaten Cirebon. Gelaran yang mengangkat tema budaya sekaligus dirangkai dengan Festival Tahu Gejrot di Alun-alun Kecamatan Ciledug ini sebagai simbol pelsetarian alam dan seni budaya kearifan lokal.

Ribuan warga dari Kecamatan Ciledug, Pasaleman, Waled, Pabuaran dan Pabedilan tumpah ruah menyaksikan seluruh rangkaian festival yang digelar dua hari, Jumat dan Sabtu (27-28/9) tersebut. Warga bersama para tokoh masyarakat setempat menghadiri acara ini bahkan para pejabat kabupaten, anggota DPR dan pejabat pemerintah pusat.

Hadir dalam festival budaya itu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Anggota DPR RI Ono Surono dan Selly A Gantina, Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi, serta tokoh masyarakat Cirebon Timur H Agus Maksoem. Pangeran Patih Muhammad Qodiran dari Keraton Kanoman Cirebon juga hadir mengikuti prosesi acara.
Meskipun panas terik, acara Cai Diraga yang digelar di bawah kolong jalur rel kereta api ini berlangsung cukup meriah.

Rangkaian upacara ini dibuka dengan penyampaian sambutan dalam bahasa lokal yang diiringi musik daerah. Setelah itu, para tamu undangan melakukan ritual dengan membawa sebuah bambu berisikan air. Warga pembawa bambu melintasi sebuah jembatan untuk acara larung di Sungai Cisanggarung yang berlokasi di tempat yang sama.

Air yang berada di dalam bambu itu dituang secara perlahan ke sungai. Setelah itu ada juga tarian yang dilakukan dua orang anak secara bergantian di hadapan para tamu undangan. Hasto Kristiyanto dan tamu lainnya juga ikut menari bersama dengan anak ini.

Karena berlokasi di bawah rel, beberapa kali suara gesekan rel dengan roda kereta berderu kencang selama acara berlangsung. Namun hal ini tidak mengganggu jalannya acara secara keseluruhan. Cai Diraga sendiri memiliki arti air dalam tubuh. Rangkaian acara dilanjutkan dengan festival budaya yang dipsuatkan di Alun-alun Ciledug. Dalam festival tahu gejrot juga dikukuhkan sebagai warisan budaya non benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Hasto dalam sambutannya mengatakan air sebagai bagian penting dari alam perlu dijaga. Dengan menjaga alam, manfaat baiknya, kata Hasto, akan dirasakan oleh masyarakat. “Kita lihat banyak sungai menderita, banyak sampah plastik. Sungai bukanlah tempat pembuangan sampah. Tidak ada air tidak ada kehidupan di muka bumi ini,” ujar Hasto.

Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi berharap acara pelestarian alam lewat acara ini bisa terwujud. Ia berharap ke depannya bisa membuat acara serupa di lokasi itu. “Kita gali hal yang lebih baik lagi. Mari kita isi kabupaten Cirebon dengan kegiatan yang baik,” pungkasnya.

H. Agus Maksoem selaku sponsor tunggal acara gelaran budaya Cai Diraga mengatakan, Kegiatan yang bertujuan melestarikan warisan budaya leluhur tersebut juga akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan lainya seperti, lomba kaulinan budak, festival hadroh, penampilan pencak silat, beberapa tarian tarian tradisonal, tarian Cai Diraga, kunjung buyut, festival budaya, dongeng Sunda, larung Sungai Cisanggarung.

“Yang lebih penting lagi, melalui acara Cai Diraga dan festival tahu gejrot ini, kita sebagai generasi muda sudah sepatutnya bisa melestarikan warisan kebudayaan dari nenek moyang kit, khusunya yang ada di Cirebon Timur ini, yang hampir kita lupakan. Semoga acara yang diselenggarakan oleh Midang juga bisa menjadi ajang silaturahmi kita dan bisa memperkenalkan juga mewariskan budaya ini ke generasi milenial saat ini,” katanya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dony Romadhony yang juga warga Pabuaran, mengaku bangga terhadap pelestarian budaya yang ada di Ciledug. “Acara budaya ini sangatlah bagus, kita selaku warga Cirebon Timur harus antusias untuk menjaga kelestarian kebudayaan Cirebon Timur agar lebih terkenal di mancanegara. Insya Allah kita dengan para Dewan Dapil VI harus mensupport untuk acara ini ke depannya bisa dianggarkan APBD. Karena di tahun 2020 kita dewan baru periode 2019-2024 belum bisa menganggarkan,” ungkap Dony.

Pihaknya akan berkonsultasi dengan pejabat eksekutif Pemkab Cirebon untuk mensupprot bagaimana caranya acara kebudayaan Cirebon Timur ini semakin berkembang. “Kalau bisa kita juga harus mengadakan ekonomi kreatif yang bisa mengembangkan perekonomian di wilayah Cirebon Timur,” harapnya. (Red/Grapol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here