Satgas Pangan Polda Banten Pastikan Harga Beras Stabil

0
865
Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim S.IK,M.Si berbaju batik didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenuddin

Banten /gragepolitan– Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Banten yang dikomandoi Kombes Pol Abdul Karim S.iK,M Si memastikan bahwa harga beras di pasar di Banten dalam kondisi stabil.
Terlihat stabil setelah tum Satgas Pangan melakukan operasi pasar di beberapa pasar tradisional di Banten.

Menurut Kepala Satgas Pangan Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim bahwa harga dan stok beras di pasaran mulai stabil setelah terjadi kenaikan pada komiditas beras premium beberapa waktu lali.

“harga beras naik yaitu beras medium tidak berlangsung lama hanya beberapa hari saja, kita langsung lakukan operasi pasar. Sementara Bulog dan Satgas Pangan mengecek langsung ke tengkulak, pasar, dan distributor beras. “hanya Rp1.000 dari harga eceran tertinggi (HET),” kata Abdul Karim saat ekspose di Mapolda Banten, Jumat (19/1/2018).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten tersebut berharap isu kenaikan beras ini tidak dipolitisasi oleh oknum yang memanfaatkan untuk menghadapi Pemilu. “Karena ini ‘menarik’ apabila diangkat, bisa dipolitisasi. Kami mencoba memberi penegasan bahwa kestabilan harga pangan akan kita jaga sampai dengan panen raya,” ujar Abdul Karim.

Abdul Karim menjelaskan bahwa lahan pertanian luas tanam di Banten mencapai 72.192 hekater dengan hasil panen lahan mencapai 25.285 hektar dengan hasil panen gabah basah sebanyak 133.424 ton.

Ketersediaan beras di Banten pada Januari di Bulog mencapai 1.030 ton dan ketersediaan beras yang dikelola pihak swasta sebanyak 767 ton. “Total beras mencapai 11.797 ton,” ujar Dirkrimsus.

Faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras sendiri, lanjut dia, karena terjadi keterlambatan suplai sehingga stok berkurang dan harga mengalami kenaikan.

Setelah melakukan dua kali operasi pasar, pada 11 Januari 2017 harga beras kembali stabil. “Kita operasi pasar dengan Bulog di tiga pasar tradisional yakni di (Pasar Induk Rau) Kota Serang, Pasar Lama, dan Pasar Kranggot, Cilegon. Total distribusi beras mencapai 25 ton,” kata dia.

Pengaruh operasi pasar tersebut, kata dia, cukup baik untuk menstabilkan harga. Kendati demikian Satgas Pangan dengan Pemda terus melakukan pengawasan terutama terhadap potensi penimbunan beras.

Kendala lain yang mengakibatkan harga beras naik di Banten, diakui Dirkrimsus, bahwa bahtentidak memiliki gudang penampungan besar dan alat giling padi kapasitas besar. Hal itu membuat para petani menjual gabah kepada tengkulak luar Banten.

“Petani ini kan tidak bisa menampung gabah terlalu lama. Makanya mereka menjual kepada tengkulak dari luar Banten untuk dibawa ke daerah Karawang. Di sana (Karawang) setelah digiling didistribusikan dulu ke
wilayah Cipinang untuk kemudian kembali ke Banten,” tuturnya.

Hal itulah yang membuat harga beras dari Banten mengalami kenaikan karena harus beredar di luar Banten dengan ongkos distribusi yang bertambah.

Dijelaskan Kombes Pol Abdul Karim bahwa pihaknya telah dalam rapat telah menyampaikan keadaan terebut,di dalam rapat koordinasi dengan pihak Pemprov Banten. Rencana kedepan, Pemprov akan membuat gudang penampungan besar untuk menampung hasil panen petani di Banten (G 09 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here