Saber Pungli Jangan Diam, Waspadai Pungli PPDB 2017

0
17640

PUNGUTAN Liar (Pungli) bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017. Apalagi hingga saat ini kecenderungan masyarakat untuk bisa memasukan anaknya pada sekolah favorit masih saja tinggi, termasuk di Kota Cirebon yang memang dikenal memiliki sejumlah sekolah favorit.

Sebut saja untuk tingkat SMA. Ada beberapa sekolah yang dianggap favorit oleh masyarakat setempat. Di antaranya SMAN 1 di Jalan Wahidin, SMAN 2 di Jalan Cipto MK, SMAN 6 di Jalan Wahidin dan sejumlah SMAN di Jalan Perjuangan seperti SMAN 4 dan SMAN 7 serta SMAN 5. Belum lagi SMKN 1 di Jalan Perjuangan dan SMKN 2 di Jalan Cipto MK.

Untuk tingkat SMP, predikat sekolah favorit di Kota Cirebon masih berkutat pada SMPN 1 di Jalan Siliwangi, SMPN 2 di Jalan Siliwangi, SMPN 5 di Jalan Wahidin dan SMPN 4 di Jalan Pemuda. Bahkan, sedikit di bawah sekolah-sekolah tersebut, tetapi banyak peminatnya di antaranya SMPN 13 dan SMPN 16 serta SMPN 10 disekitar Kebumen Lemahwungkuk.

Terbatasnnya jumlah rombongan belajar (Rombel) yang diterima di sekolah-sekolah favorit tersebut berbanding terbalik dengan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Karenanya tak ayal hal itu pun kemungkinan bisa menjadi celah terjadinya pungli. Seperti diketahui, untuk seorang anak tak sedikit pihak orang tua melakukan berbagai cara, baik mendekati langsung pihak sekolah atau dengan menggunakan pihak ke tiga.

Bahkan dari penelusuran gragepolitan.com, ada saja calon siswa baru yang mencoba untuk bisa masuk sekolah yang diinginkannya dengan cara memanfaatkan program PPDB untuk warga miskin (Gakin). Mereka rela antri untuk mendapatkan surat keterangan tidak mampu untuk dijadikan persyaratan administrasi PPDB.

Bahkan, lebih ironis lagi, sekolah favorit di Kota Cirebon banyak diserbu calon siswa baru yang orang tuanya berdomisili dari luar kota. Karenanya, mereka pun berusaha mendapat persyaratan administrasi, termasuk di antaranya meminta surat pindah ke Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon.
Tak hanya itu, fenomena PPDB saat ini tidak mustahil ditumpangi kepentingan politik menjekang pilkada serentak tahun 2018. Dengan maksud mendapat dukungan dari masyarakat, bisa saja seseorang atau secara kelembagaan mereka mencoba mengintervensi pihak sekolah dengan surat saktinya.
Seperti pada musim Pilkada sebelumnya, seorang Kepsek SMP di bilangan Kebumen, mengaku bingung karena mendapat titipan hingga 70 orang dari seorang oknum calon dari partai tertentu yang saat itu akan ikut maju di pilkada. Namun karena tak bisa berbuat bannyak, Ia pun mengaku mengakomodir titipan tersebut. Belum titipan perorangan maupun dari oknum LSM.
Kembali pada celah kemungkinan munculnya pungli, berkaca pada PPDB tahun-tahun sebelumnya, meski mungkin sulit dibuktikan, selalu saja muncul angka rupiah tariff masuk PPDB lewat jalur belakang. Atau melalui titip menitip yang meski berbenturan dengan sistem online, namun nyatanya bisa saja disiasati.
Di antaranya, untuk bisa masuk SMPN 1, tarif cukup santer orang tua pada tahun 2016 lalu ada yang berani membayar Rp 4-7 juta kepada penyedia jasa. Tak jauh beda di SMPN 2 Kota Cirebon, meski sedikit lebih rendah ada saja kabar mengenai cara lewat jalur belakang tersebut.
Yang cukup mengagetkan, tarif masuk SMA favorit melalui titip menitip di Kota Cirebon, terbilang cukup tinggi. Beredar kabar tariff SMAN 1 dan SMAN 2 serta SMAN 6, berkisar mulai Rp3-7 juta. Bahkan sempat muncul kabar hingga Rp 10 juta.
Namun kabar tersebut lagi-lagi dibantah pihak SMP maupun SMA bersangkutan. Begitupun Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
“PPDB di Kota Cirebon tahun 2017 ini, Insya Allah bersih dari pungli. Karena sebagaimana telah diputuskan, PPDB mengacu pada Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2017 yang isinya setiap sekolah harus mengutamakan warga sekitar sekolah. Artinya, pendaftar yang datang oleh panitia PPDB di masing-masing sekolah harus diutamakan anak yang rumahnya berada di sekitar sekolah yang ditujunya,” ujar Kabid Pendidikan Dasar (Diksar) Disdik Kota Cirebon, Adin, belum lama ini.
Ia menyebutkan, terkit PPDB pihaknya telah mengintruksikan agar setiap sekolah mentaati ketentuan yang telah diputuskan. Sehingga sekecil apapun potensi pungli atau titip menitip di PPDB bisa dianaisipasi.
Menurutnya, PPDB tingkat SMP di Kota Cirebon baru akan dimulai pada Bulan Juli mendatang. Dilaksanakan dengan cara atau system passingrade dan secara online.
Sementara itu, Pengamat Pemerintahan Daerah yang juga Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), M Yusron, mengatakan, kebaradan Tim Saber Pungli yang dibentuk pemerintah mesti mencermati fenomena di PPDB. Baik di tingkat SMP maupun SMA harus benar-benar diawasi sehingga peluang pungli bisa dicegah secara dini.
“Dibentuknya Tim Saber Pungli tentu tujuan utamanya agar tidak terjadi pungli, termasuk pada PPDB. Jika saja ditemukan ada yang terlibat apalagi menjadi pelaku pungli, baik yang meberi atau pun menerima mereka harus ditindak tegas,” katanya.
Senada dengannya, Pengamat Kemasyarakatan, Agus Prayoga, menyebutkan, keinginan masyarakat untuk menyeklahkan anaknya di sekolah favorit sah-sah saja. Namun mereka harus memperhatikan kemampuan anaknya dalam hal akademik agar tidak justru menjadi persoalan bagi anak bersanngkutan.
“Karena misalnya anaknya tak mampu mengimbangi standar pelajaran di sekolah favorit, kemudian dampak nya si anak jadi malas belajar. Ini kan jadi boomerang buat orang tua. Jadi saya piker, sesuaikan saja dengan minat dan kemampuan anak,” ujarnya.(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here