Saber 69 Anti Pungli Tangkap Wartawan, Polisi dan Pengacara Abal-abal

0
596
net
Indramayu, GRAGEPOLITAN-Tim Satuan Tugas Bersama (Saber) 69 Anti Pungutan Liar Kabupaten Indramayu meringkus tiga pelaku tindak pidana pemerasan terhadap kelompok petani (Poktan) asal Kecamatan Kroya. Ketiganya ditahan saat bersembunyi di sebuah gudang ketika satgas beranggotakan 69 orang itu menggeledah rumah calon korbannya setelah menerima informasi.
Petugas juga menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp. 2.100.000, sebuah HP, dua lembar surat kuasa, tiga lembar surat perjanjian honorium pengacara, dan satu lembar surat kuasa substitusi termasuk sebuah mobil. Dalam operasinya, ketiganya mengaku sebagai wartawan, anggota polisi dan pengacara yang bisa mengurus perkara sampai ke Kejaksaan Agung.

Ketiganya masing-masing, TPYW (42 tahun), warga Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Suk (42 tahun), asal Desa Tandam Hilir, Hamparan Merah, Deli Serdang, dan, EB (32 tahun), penduduk Jln Pekanbaru, Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Sumatera Utara.
“Mereka mendatangi korban, mengaku sebagai pengacara, wartawan dan polisi. Sebenarnya mereka abal-abal. Korban diminta membuat berita acara penunjukan pengacara dalam kasus dugaan korupsi dana bansos. Mereka minta sejumlah uang, setelah dapat langsung kabur,” tutur Kasat Reskrim AKP Riki Arinanda, Jum’at (20/1).
Penangkapan tiga pelaku bermula saat Saber 69 mendapatkan laporan dari seorang anggota kelompok tani. Mendapat laporan tersebut, tim gabungan bersama anggota Kodim 0616 Indramayu langsung mendatangi lokasi.
“Saat kami datang mereka sedang menemui calon korbannya. Ketiganya sempat bersembunyi di salah satu ruangan, namun berhasil kita tangkap,” tutur Riki.
Dalam aksinya, kepada calon korban, berinisial Tar, pelaku itu mengaku wartawan surat kabar, pengacara dan anggota polisi. Terungkap, sebelumnya, Tar juga sudah menyerahkan uang sebesar Rp 42 juta di sebuah hotel di pantura. (G-06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here