Ratusan Massa Apdesi Majalengka Geruduk BRI Desak Penyaluran BPNT

0
547

Gragepolitan.com, MAJALENGKA –  Ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kab Majalengka mendatangi kantor Cabang BRI setempat untuk menuntut penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Majalengka melalui Bumdes,  Senin (21/5). Massa sekitar 700 orang tersebut dipimpin langsung Ketua Apdesi Duki dan Koordinator Lapangan Dudung Abdul Yasin mendatangi kantor BRI Cabang Majalengka di Jl KH Abdul Halim Majalengka.

“Menindaklanjuti surat edaran daftar agen e-warung program BPNT yang dikeluarkan pihak BRI Cabang Majalengka, kami pengurus DPC Apdesi Kabupaten Majalengka beserta seluruh Kepala Desa mendesak segera untuk dicairkan,  Perangkat Desa dan Pengurus Forum Bumdes se-Kabupaten Majalengka menyampaikan keberatan dan penolakan atas keputusan pihak BRI yang mengabaikan usulan atau rekomendasi Pemerintah Desa melalui Camat dan Dinas Sosial, ” tutur Dudung seraya diamini yang lainnya.

Ketua DPC Apdesi Kabupaten Majalengka, Duki, mengatakan, pihaknya menyampaikan keberatan dan tuntutan kepada yang berwenang dalam program BNPT di Majalengka, khususnya BRI Cabang Majalengka. Mereka meminta Program BNPT di Majalengka BRI Cabang Majalengka untuk menunjuk Bumdes sebagai agen satu-satunya di desa atau yang sudah diajukan oleh desa melalui camat untuk sebagai e-warung yang bisa mencairkan.

Sementara itu Kepala Cabang BRI Cabang Majalengka Yuliyanto mengatakan, pihaknya hanya menyalurkan program pemerintah pusat melalui APBN. Di mana awalnya dikelola Dinas Sosial Majalengka.

“Kami berpegang kepada Peraturan Presiden serta Peraturan Menteri Sosial dan tidak semenang menang ingin menyalurkan program BNPT ini,  ” terang Yuliyanto.

Menurutnya, pihak BRI siap menyalurkan mulai tanggal 25 Mei 2018 mendatang dan kami sudah memiliki data dari Dinas Sosial terkait Bumdes yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka sebanyak 312 Bumdes dan ternyata yang memenuhi syarat untuk menjadi agen penyaluran program ini hanya 78 Bumdes saja.

“Kami tidak memprioritaskan agen agen yang kami tunjuk untuk penyaluran program ini namun  bumdes bumdes yang diajukan sebagai agen agen tidak memenuhi syarat, dan apabila data bumdes yang kami terima dari Dinas Sosial berbeda kami mohon kepada desa untuk segera memberikan datanya , ” ujarnya.

Akhirnya kedua belah pihak bersepakat akan menyalurkan program tersebut melalui bumdes asalkan semua persayaratan untuk menjadi agen penyalur seperti yang diminta pihak BRI bisa memenuhi syarat. (Eka/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here