Rapat Wawali Terkesan Seadanya, Panlih Akan Kembalikan ke Kemendagri

0
549

Cirebon,  GRAGEPOLITAN-Seperti sudah banyak diduga sebelumnya, proses pemiliham wakil walikota Cirebon kembali tidak menunjukan perkembangan yang signifikan. Bahkan rapat proses pemilihan wakil walikota antara Wali Kota Cirebon dan Panitia Pemilihan (Panlih) Wawali di gedung DPRD setempat, Senin (6/3) terkesan seadanya dengan hanya mendengarkan pendapat masing-masing pihak dan setelah itu diakhiri dengan kesimpulan.

Hasilnya Ketua Panlih wakil walikota yang juga Ketua DPRD Kota Cirebon,  Edi Suripno, mengatakan proses panlih akan kembali disampaikan ke Kemendagri melalui Gubernur Jabar. Selanjutnya mereka akan menunggu sikap atau langkah apa yang akan diambil Kemendagri atas belum adanya wakil walikota saat ini.

“Selanjutnya akan kita laporkan ke kemendagri. Tapi yang jelas panlih juga masih membeti kesempatan kepada partai pengusung untuk kembali berembuk, ” katanya.

Rapat dihadiri Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis dan dipimpin Ketua DPRD Kota Cirebon yang juga Ketua Panlih Wawali Edi Suripno, di Gedung DPRD Kota Cirebon. Azis dalam kesempatan itu menepis spekulasi telah sengaja memperlambat proses pemilihan wawali.

“Ada anggapan saya tak mau ada wakil karena khawatir pengaruh sebagai kepala daerah hilang. Saya tak punya pikiran itu, saya ingin ada wakil untuk membantu,” tegasnya.

Dia pun menyerahkan persoalan wawali kepada tiga parpol pengusung, masing-masing Demokrat, PPP, dan Golkar. Menurutnya, parpol pengusung hanya tinggal melakukan voting atas nama-nama yang dicalonkan, di antaranya Toto Sunanto dan Ety Herawaty.

Azis yang juga Ketua DPC Demokrat Kota Cirebon ini memastikan, Demokrat sendiri telah mengusulkan dua nama yakni Toto dan Ety. Karena itu, pihaknya menolak dijadikan biang kerok kebuntuan proses wawali.

“Tolong jangan tuduh Demokrat sebagai biang kerok ketiadaan wakil. Silakan voting dan saya pastinakan teken hasilnya nanti,” katanya.

Azis juga meminta semua pihak tak saling menyalahkan hingga membuat suasana panas. Salah satu anggota panlih, Dani Mardani menyebut, salah satu hal yang menghalangi proses pemilihan wawali akibat syarat formil yang velum lengkap.

“Panlih mengusulkan kepada Ketua DPRD sekaligus Ketua Panlih untuk tak lagi memperpanjang waktu. Pemprov Jabar juga diminta memfasilitasi,” paparnya.

Namun begitu, Ketua DPRD sekaligus Ketua Panlih Wawali Edi Suripno justru menyatakan, memberi kesempatan bagi parpol pengusung untuk kembali bersepakat menentukan nama calon wawali. Nantinya, panlih hanya akan melaporkan kepada Kemendagri melalui Gubernur Jabar atas nama yang diusulkan.

“Kalau sudah selesai (sepakat), datang ke panlih. Nanti kami akan konsultasi ke kemendagri melalui gubernur,” ucapnya.

Dia tak menampik, proses pemilihan wawali terkendala syarat formil yang belum lengkap. Pihaknya pun enggan disalahkan sehingga meminta parpol pengusung secepatnya bersepakat.

Diberitakan sebelumnya, belum juga ada usulan dua nama calon wawali Kota Cirebon, Panlih Wawali di DPRD Kota Cirebon akhirnya memutuskan menyerahkan persoalan ini kepada Kemendagri. Panlih sebelumnya mengultimatum tiga parpol pengusung untuk memberi keputusan soal wawali hingga akhir Februari ini.

Namun, hingga waktu yang disepakati, belum juga ada kesepakatan antara Partai Demokrat, Golkar, dan PPP, untuk mengusulkan dua nama calon wawali kepada panlih. Panlih sendiri kemarin diagendakan mengirim surat ke Kemendagri melalui gubernur Jabar berisi laporan mengenai perkembangan proses pengisian wawali yang telah ditempuh panlih, hingga belum juga ada kesepakatan antara tiga partai pengusung pasangan Ano Sutrisno (almarhum) dan Nasrudin Azis pada Pilkada 2013.

Posisi wawali Kota Cirebon kosong pasca Nasrudin Azis naik posisi menjadi Wali Kota Cirebon menggantikan Ano Sutrisno yang meninggal pada 19 Februari 2015. Azis dilantik menjadi wali kota pada 26 Maret 2015. Usulan nama calon wawali selama ini belum diterima panlih sebab ketiga partai pengusung belum menandatanganinya hingga akhirnya panlih menyerahkannya kepada Kemendagri.(G-02/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here