PSBB Kota Cirebon Lanjut, Kendalikan Pengunjung Perbelanjaan Bisa Buka

0
204

Gragepolitan, CIREBON—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon akhirnya diputuskan diperpanjang. Namun PSBB tahap dua ini akan lebih ditekankan pada penguatan pengendalian di tingkat RT dan RW.

Hal tersebut disepakati Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Cirebon pada Minggu (17/5).

Selain itu Gugus Tugas Covid 19 Kota Cirebon juga akan terus melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat. Mulai dari physical distancing, jaga jarak dan rajin mencuci tangan untuk pencegahan.

“Pengetatan pengawasan akan dilakukan di perbatasan Kota Cirebon untuk mencegah migrasi orang,” kata Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis usai memimpin rapat Gugus Tugas Covid 19 Kota Cirebon yang membahas kelanjutan pelaksanaan PSBB.

Azis mengungkapkan meski diperpanjang pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon memberlakukan kearifan lokal. Artinya PSBB parsial di tingkat RT/RW atau rileksasi di tempat-tempat perbelanjaan dengan mengizinkan mereka buka tapi dengan mengendalikan pengunjungnya.

“Pelaku usaha khususnya pusat perbelanjaan akan kami undang untuk membicarakan jalan tengah,” tuturnya.

Ketika ditanya dasar memperpanjang PSBB, Azis mengungkapkan hal itu berdasarkan pantauan di lapangan. Di mana selama pelaksanaan PSBB masih banyak ketidakdisiplinan masyarakat.

“Ada PSBB saja masyarakat masih banyak berkerumun, apalagi jika PSBB tidak diperpanjang,” ujarnya.

Soal pengawasan pelaksanaan PSBB tahap II, Azis menambahkan akan bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk patroli bersama gugus tugas bagian penindakan yaitu Satpol PP.

“Jika pelaku usaha melanggar aturan PSBB yang telah dilonggarkan maka akan ditindak langsung,” tandasnya.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon dr. Edy Sugiarto memaparkan untuk trend kasus Covid 19 di Kota Cirebon mengalami penurunan. Selama PSBB akan tetapi pihaknya tetap akan melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab di tiap kecamatan dengan jumlah 300 orang per kecamatan.

“Karantina parsial di tingkat RW kami rasa akan lebih efektif untuk mencegah penyebaran Covid 19,” paparnya.

Edy mengatakan meskipun Kota Cirebon berstatus zona kuning akan tetapi dikelilingi oleh daerah yang masuk kategori zona merah hasil pemaparan Gubernur Jawa Barat. Sehingga hal itu perlu diantisipasi.

“Jangan sampai ada gelombang kedua kasus Covid 19 setelah PSBB berakhir sebab interaksi masyarakat dipastikan meningkat”, pungkasnya.(cepy/dk/gragepolitan/PRTV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here