Produser Film “Jangan Sendirian” Bukber Bareng Jurnalis

0
75

SUASANA akrab dan penuh kekeluargaan tampak pada Acara Silaturahmi dan Buka Bersama (Bukber) antara Manajemen Film “Jangan Sendirian” dengan para Jurnalis, Minggu (12/5/2019). Berlangsung di salah satu restoran, acara diisi dialog seputar produksi Film “Jangan Sendirian” yang kini sudah memasuki proses editing.

Eksekutif Producer Film “Jangan Sendirian” dari Adglow Picture, Aji Fawzi, menyebutkan, hingga saat ini film bergenre horor di Indonesia masih menempati rating tertinggi. Pun demikian, film jenis lainnya seperti hal nya film remaja juga cukup digandrungi, terutama di kalangan muda.

“Namun untuk Film Jangan Sendirian ini, mungkin kami patut berbangga. Karena dari sisi cerita maupun konsepnya berbeda dengan film horor yang pernah ada. Terutama dalam melukiskan hantu di sini, bukan lah hantu-hantu seperti di kebanyakan film lainnya. Tetapi lebih kepada berawal dari ketakutan yang datang dari diri sendiri,” paparnya.

Selain itu, dari sisi alur cerita juga dikemas sedemikian rupa, sehingga akan menjadi tontonan yang sangat menarik. Apalagi didukung artis-artis muda bertalenta dengan suguhan akting sang legenda aktor Robby Sugara alias Robert Kaihena Sugara.

Seperti diketahui Ia merupakan seorang aktor kawakan, -The Legend- periode 1970 hingga 1980-an. Pada masanya Ia termasuk 5 artis besar di antara Roy Marten, Yatie Octavia, Yennie Rachman dan Doris Callebaute.

Setelah bermain dalam film Ke Ujung Dunia (1983), Robby menang sempat menghilang dari industri hiburan film nasional. Namun, pada 2015 lalu nama Robby Sugara  kembali mulai terdengar di industri film dan sinetron tanah air.

Posisinya sebagai aktor senior, menjadi hal yang menarik di film thriller horror “Jangan Sendirian”, garapan Lensadewa Sinema dan Adglow Picture, didukung oleh Double Tree Production besutan sutradara X.jo ini.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut para jurnalis berkesempatan langsung bertanya seputar seluk beluk perfilman di tanah air. Namun dari semuanya yang cukup menarik perihal kemungkinan layak tidaknya Cirebon untuk dijadikan latar atau lokasi syuting film layar lebar.

Menurut Aji, Cirebon dengan segala kekayaan alam budayannya. Terutama nuansa kehidupan religinya menjadi daya tarik tersendiri.

“Apalagi Cirebon memiliki nilai historis tinggi dan untuk pengambilan adegan atau syuting banyak pilihan latar yang bisa diambil. Ke depan saya mungkin akan membuat film berlatar Cirebon,” pungkasnya. (dk/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here