Polisi Tetapkan Pemilik Lahan dan 2 Lainnya Jadi Tersangka Galian Ilegal

0
137

Gragepolitan, CIREBON – Polres Cirebon Kota menetapkan 3 tersangka dalam kasus penambangan pasir ilegal di Kampung Cibogo dan Kampung Surapandan, Kel Argasunya, Kec Harjamukti, Kota Cirebon. Ketiganya masing-masing S Ketua Yayasan (AGJ-red), WS sebagai pengelola, dan MA sebagai pemilik lahan.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, modus yang digunakan para tersangka mereka melakukan  kegiatan usaha pertambangan dan komoditas tambang berupa pasir dan tanah urugan  dengan menggunakan eskavator atau  beko. Dalam kegiatan tersebut mereka tidak menggunakan Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP), Ijin Usaha pertambangan Ekplorasi dan Ijin Usaha  Pertambangan Operasi Produksi.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batu Bara dengan ancaman hukum paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 milyar,” tandas Kapolres saat press conference di Mapolres setempat, Jumat (9/8/19).

Ia menyebutkan, penetapan status tersangka  tidak serta merta begitu saja. Tetapi setelah sebelumnya mereka diberikan himbauan, teguran, hingga pembicaraan dengan DPRD.

Meski demikian, lanjutnya, ternyata para tersangka tak mengindahkannya, bahkan menemui jalan buntu alias tak menemukan solusi.

“Akhirnya tindakan pidana ini sebagai langkah terakhir,” katanya.

Barang bukti yang berhasil disita, antara lain,  7 beko, surat teguran dari Dinas ESDM Prov wilayah VII Cirebon,1 bendel akta pendirian Yayasan Al-barokah Gunung Jati, dan 3 buah ayakan berbahan besi.

Saat ini ketiganya tidak dilakukan penahanan hanya dikenakan wajib lapor. Adapun proses pemberkasan sedang dikebut untuk kemudian akan segera dilimpahkan ke kejaksaan guna proses lebih lanjut.(Cepy/Tedy/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here