Penambang Rakyat Menilai Oknum Perhutani Arogan

0
64

Gragepolitan/Sukabumi –¬†Hari selasa tanggal 5 november 2019 dilokasi tambang rakyat blok cipeuleungkung ,kecamatan lengkong ,kabupaten sukabumi ,telah terjadi pengrusakan tenda tambang rakyat yang dilakukan oleh oknum petugas perhutani.
Kejadian tersebut terjadi dilokasi kepengurusan CRM MATARAM MANDIRI yg diketuai oleh sodara wandi .
Setelah terjadi pengrusakan yg dilakukan oleh oknum petugas perhutani ,pengurus crm mataram mandiri melaporkan kejadian tersebut ke pihak asosiasi penambang rakyat indonesia ( APRI ) Juga dilaporkan kepada komunitas penambang sukabumi ( KPS) ,karna para masyarakat penambang di blok cipeuleungkung dibawah kepengurusan crm mandiri dan belum lama ini diresmikan juga diakui sebagai binaan APRI dan KPS ,yang sebelumnya masyarakat penambang ini hanya bisa melakukan penambangan hanya diwaktu malam saja ,itu juga harus melakukan koordinasi atau bagi hasil dengan oknum petugas perhutani menurut keterangan dari salahseorang kepala lobang ,dan setelah diresmikan jadi binaan CRM ,APRI ,dan KPS ,para penambang beraktipitasnya siang malam tanpa ada bagi hasil dengan oknum pihak perhutani .
Pihak apri yang dipimpin oleh bpk cecep ,juga pihak kps yangdipimpin oleh bapak dede kusdinar (oding) sangat menyesalkan atas tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum tersebut , yang diinginkan pihak crm,apri dan kps mengambil tindakan atau laranganya secara propesional dengan melayangkan surat kepada pihak crm,apri ,atau kps ,karna masyarakat penambang dibawah binaanya ,terjadinya tindakan arogan tersebut sehingga di inpormasikan oleh ketua kps kesemua para penambang se jabar dan banten ,sehingga pada hari rabu pagi tgl 6 november 2019 sudah berkumpul beribu ribu masyarakat penambang di daerah cigaru untuk menuntut balas tindakan arogan oknum petugas tersebut.
Ketua apri dan ketua kps mengambil langkah terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ,sehingga mereka melarang kepada seluruh para penambang yg jumlahnya beribu ribu yg hadir untuk ikut ke kantor perhutani yang ada di lengkong ,dan diputuskan yang berangkat perwakilan saja dari kps dan apri dengan jumlah sekitar 25 orang .
Setelah tiba dikantor perhutani lengkong ,rombongan dari kps dan apri disambut baik oleh bapak A.M.BUDI jabatan POLHUT ,beliau menyuruh langsung masuk ke ruangan kepada semua tamu yang datang,setelah didalam ruangan acara langsung dibuka dengan memberikan waktu supaya mengetahui maksud dan tujuan kedatangan pihak apri dan kps ke kantor perhutani ,tanpa basa basi pertanyaan dilontarkan oleh pa cecep dari apri dan pa dawud munawar juka dede kusdinar(oding)sama sama mempertanyakan atas tindakan oknum pihak perhutani yang dipandang arogan oleh para penambang itu dibenarkan atau tidak oleh pihak perhutani,A.M.BUDI sampai lama tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut ,setelah beberapa kali dilontarkan pertanyaan tersebut yang akhirnya A.M.BUDI menjawab,kami tidak merasa arogan ,cuma kami hanya memberikan pembinaan aja ungkap A.M.BUDI.
Jawaban tersebut langsung dijawab oleh sodara dawud munawar ,apa bisa disebut pembinaan dengan melakukan pengrusakan tenda penambang rakyat ? Ungkap dawud ,pa cecep pun menyambung ungkapan pa dawud ,kalau memang menurut pihak perhutani memberikan pembinaan dengan cara pengrusakan kami pun para penambang bisa melakukan pihak pembinaan dengan cara pengrusakan atau kekerasan terhadap oknum pemerintahan yang memberikan contoh tidak benar,ungkap nya .
Akhirnya pa A.M.BUDI menjawab kembali bahwa tindakanya sesuai dengan undang undang 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan ,jawaban polhut kepada pihak apri dan kps yangmewakili para penambang ,bunyi undang undang tersebut memang benar sesuai dan benar ,tetapi kalau diterapkan di blok cipelengkung sangat tidak tepat sasaran karena dilokasi tersebut tidak ada aktipitas penanaman pohon atau dikatakan hutan ,lokasi tersebut dalam keadaan gundul ,jadi kaliman pencegahan atau pemberantasan hutan itu untuk di blok cipelengkung sama sekali tidak ada tumbuhan kayu yang dikatagorikan hutan ,bahkan dokumen tasi dari awal pertambangan rakyat ada , ungkap dawud munawar , A.M.BUDI tidak bisa menjawab pertanyaan yanglainya yangselanjutnya melimpahkan permasalahan ini kepada pimpinanya yangpada saat itu tidak sempat hadir karena lagi banyak kegiatan diluar ,A.M.BUDI menghubungi langsung pa asper lewat telpon sehingga mendapatkan jawaban dari pa asper pada saat itu juga disampaikan kepada pihak apri dan kps, agar permasalahan ini bisa dibahas dikantor KPH sukabumi.
Kapolsek lengkong AKP DIKDIK SARDADI yangsempat hadir diujung porum permasalahan ini memberikan arahan singkat kepada keduabelah pihak agar baik baik saja dan saling menghargai semuanya jangan sampai memaksakan kehendak ,juga kapolsek menegaskan bagi semua anggota APRI harus memiliki legalitas yang jelas dilengkapi dengan kartu anggonya ,ungkap nya. ( Asep umin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here