Pelanggaran PSBB Terus Terjadi, Dua Jempol Untuk Grage Mall Cirebon

0
648

Gragepolitan, CIREBON – Hingga memasuki pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) tahap dua saat ini, tampaknya hanya Grage Mall Cirebon yang konsisten mematuhi aturan PSBB di Kota Cirebon. Karena meski mall serupa lainnya mulai buka, namun salah satu mall terbesar di Kota Cirebon ini tetap tutup alias tidak tergoda untuk membukanya.

Seperti diketahui, Grage Mall tutup sejak awal diberlakukannnya PSBB tahap I lalu. Praktis selama itu tak ada kegiatan tarnsaksi atau bertemunya pedagang dan pembeli di mall ini.

Keheningan terasa saat melintas Grage Mall yang biasanya cukup ramai banyak dikunjungi warga. Terutama menjelang atau disaat akan tibanya Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.

Tutupnya Grage Mall sangat berdampak pada keramaian lalu lintas di ruas jalan yang menjadi akses masuk mall. Seperti di Jalan Tentara Pelajar dan Jalan RA Kartini, suasanya tampak sepi dan lebih lengang.

Begitupun di dalam area parkir mall, lahan parkir yang luas tak satupun kendaraan terparkir. Sedangkan di pintu gerbang masuk mall hanya ada sejumlah petugas keamanan internal berjaga.

Pemandangan ironis, justru terjadi di Cirebon Super Blok (CSB) Mall yang jaraknya tak begitu jauh. Bahkan hingga Kamis (21/5/2020), tampak antrian orang di depan pintu masuk masih terjadi hingga miris melihatnya.

Begitupun di lahan parkir mereka, puluhan bahkan mungkin ratusan mobil bersileweran. Antara yang parkir dan melintas untuk memasuki mall.

Kondisi tersebut terjadi sejak dibukanya mall ini kembali pada Rabu (19/5/2020). Bahkan di hari pertama buka, ramainya pengunjung yang antri berdesakan sempat menjadi viral di media sosial.

Pada sisi lain, pada Kamis (21/5/2020) siang, aparat gabungan di Kota Cirebon tetap melakukan tugasnya menutup sejumlah ruas jalan. Di antaranya di Jalan Cipto dari arah Pemuda, Jalan Kartini dan Jalan Pasuketan.

Sementara itu, di tengah masih tingginya ancaman wabah virus Corona saat ini, pelanggaran pada imbauan pemerintah untuk tidak berkerumun justru terjadi di depan kantor pos dan sejumlah intansi pemerintah.Ini terjadi akibat membludaknya penerima bantuan sosial yang datang yang pada akhirnya mereka terkesan mengabaikan PSBB.

Seperti pada Kamis (21/5/2020) siang, kerumunan ratusan orang tampak terjadi di depan Kantor Pos Weru Kab Cirebon. Ratusan warga yang sama sekali tak berjarak begitu bejubel menunggu pembagian Bansos.

Tak hanya di Kantor Pos, pemandangan serupa bejubelnya pembagian Bansos siang itu, juga terjadi di Kantor Kec Talun Kab Cirebon. Tempat duduk yang sudah disediakan petugas, sama sekali tak berpungsi karena warga penerima bansos lebih senang berdiri berdesakan.

Namun, lagi-lagi semua pelanggaran PSBB tersebut tak mendapat tindakan tegas dari aparat. Seolah dibiarkan dan kondisi tersebut terus terulangdan terulang lagi.

“Saya menganntar nenek saya untuk ambil bansos di kantor pos ini. Namun hingga Pukul 11 siang, belum juga mendapat giliran. Mungkin harus bersabar antri,” ujar Nano seorang warga yang ikut antri di depan Kantor Pos Weru.

Terpisah, secara nasional, hingga Kamis (21/5/2020), jumlah positif Corona di Indonesia sudah tembus angka 20 ribu lebih. Dari jumlah tersebut, 1400-an meninggal dunia dan 4 ribu lebih berhasil sembuh.(dik/gragepolitan/PRTV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here