Nah Kena Loh…, Sejumlah ASN Cirebon Terjaring Razia

0
128

Gragepolitan, CIREBON – Sejumlah orang berseragam Aparat Sipil Negara (ASN) terjaring Operasi Terpadu Tertib Kendaraan Bermotor di Jl Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (24/6/2019). Razia digelar UPTD Pusat Pengelolaan Data Pendapatan Daerah (P3D) Kota Cirebon dengan dibantu petugas gabungan dari TNI/Polri dan Dishub setempat.

Para ASN yang saat itu terpaksa berurusan dengan petugas, di antaranya karena pajak STNK kendaraannya habis dan SIM kadaluarsa. Mereka pun terpaksa diberhentikan petugas untuk diperiksa surat-surat kendaraannya lebih lanjut.

Salah satu ASN yang terjaring operasi yaitu TK, seorang Staf DPRD Kota Cirebon. Kepada petugas Ia berdalih saat itu SIM-nya ketinggalan. Namun, petugas, dari kepolisian tetap memberikan tidakan tegas dengan menilangnya.

“Kami baru saja menghadiri acara di Bappeda, tapi SIM teman kami ketinggalan di mobil satunya,” ujarnya.

Kepada wartawan gragepolitan, petugas kepolisian yang menindak ASN tersebut mengatakan, harusnya sebagai abdi negara ASN memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala P3D Wilayah Kota Cirebon, Agus Sugiono melalui Roni kasi pendataan dan penataan, menyebutkan, operasi tersebut digelar bertujuan untuk menekan angka penunggak pajak.

“Saat ini di Kota Cirebon yang nunggak pajak tidak kurang 52 ribu atau setara angka 27%. Itu kendaraan roda 4 saja tercatat sekitar 7.200 lebih,” ungkap Roni.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut merupakan sebuah pekerjaan rumah bagi pihaknya. Karenanya mereka harus bekerja keras untuk meminimlisir penunggak pajak.

Menurutnya, beragam cara telah dilakukan pihaknya dalam mengupayakan penurunan penunggak pajak kendaraan. Salah satu diantaranya yakni dengan menempatkan kendaraan Samsat keliling di kawasan Stadion Bima dan di acara car free day pada setiap hari Minggu.

“Selain untuk mendekatkan diri dengan para wajib pajak juga diharapkan dapat menekan tingkat penunggak pajak tadi,” katanya.

Terkait kegiatan operasi terpadu yang berlangsung di berbagai tempat, pihaknya secara rutin melaksanakannya per tri Wulan.

“Tujuannya menjaring para wajib pajak yang tidak membayar pajak kendaraan tahunan maupun yang sudah habis masa berlaku STNK-nya. Lalu untuk  meningkatkan PAD, meminimalisir kendaraan yang menunggak bayar pajak, dan kendaraan yang tidak melaksanakan daftar ulang (KTMDU),  dalam pelaksanaannya melibatkan 4 steaskholder, yaitu,  TNI, Polri,  Dishub, dan Jasa Raharja,” paparnya.

Roni menambahkann sasaran pada operasi tersebut diantaranya, kendaraan yang tidak bayar pajak, kendaraan bermotor plat hitam/merah, kendaraan TNI/Polri, kendaraan angkutan umum plat kuning.(Cepy/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here