Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon Lokasi Gugurnya 15 Pejuang

0
2821

HARI kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus baru saja berlalu. Kemerdekaan yang diraih bangsa kita tentu tidak datang begitu saja, melainkan melalui perjuangan panjang dengan pengorbana jiwa dan raga, bahkan harta. Para pendahulu kita kala itu rela mengorbankan segalannya demi kemerdekaan yang kini dinikmati generasi bangsa ini.

Seperti diketahui, sebelum  proklamasi maupun sesudahnya banyak sekali peristiwa heroik diperlihatkan para pejuang dalam memperjuangkan atau pun mempertahankan kemerdekaan. Hampir di seluruh pelosok tanah air saat itu terjadi perlawanan fisik untuk mengusir penjajah.

Tidak banyak diketahui mungkin, pertempuran atau perjuangan fisik dalam melawan penjajah pun terjadi di daerah yang kini masuk wilayah Cirebon Kota. Hampir di seantero Kota Cirebpn insiden perlawanan kepada para penjajah kala itu terus terjadi.

Puncaknya terjadi pembantaian tidak manusiawi yang dilakukan tentara penjajah kepada para pejuang kita. Tepatnya di Jalan By Pass pertigaan Jalan Perjuangan atau persis di sekitar gedung kantor Bappeda Kota Cirebon saat ini.

Di lokasi ini, telah terjadi pembantaian terhadap 15 orang pejuang oleh tentara KNIL pada tahun 1947. Awalnya belasan pejuang berusaha menghalangi penjajah Belanda yang hendak membunuh dua orang komandan Kompi TKR. Namun tindakan para pejuang dibalas dengan keji tentara Belanda dengan menembaki mereka dan gugur menjadi kusuma bangsa.

Dalam mengenang sekaligus untuk memperingati peristiwa tersebut kini telah berdiri kokoh “Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon” yang secara khusus dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Monumen yang kini menjadi simbol perlawanan rakyat Kota Cirebon tersebut diresmikan Wali Kota Cirebon Almarhum Drs H Ano Sutrisno, MM pada tanggal 10 November 2014 bertepatan dengan hari pahlawan.

Selain meresmikan Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon, wali kota juga meresmikan Jalan Monumen, menjadi nama jalan yang persis di depan monumen. Peresmian nama Jalan Monumen untuk melengkapi nama Jalan Perjuangan, yang berada di seberangnya.

Sementara itu, pada peringatan HUT RI ke-71 tahun 2016 yang baru lalu, Wali Kota Cirebon, Drs H Nasrudin Azis SH, mengatakan, monumen perjuangan tersebut saat ini menjadi satu-satunya monumen yang dimiliki Kota Cirebon. Selain untuk mengenang para pahlawan pejuang Kota Cirebon dalam mempertahankan kemerdekaan, keberadaan monumen dimaksud diharapkan bisa menjadi salah satu ikon dari Kota Cirebon.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon kami minta masyarakat turut serta memeliharanya. Jangan sampai keberadaannya terlantar begitu saja, apalagi misalnya menjadi korban vandalisme dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab. Seperti kita ketahui, di tempat itulah para pejuang kita gugur karena kekejaman penjajah Belanda. Tentunya pengorbanan mereka tidak terkira, sehingga oleh kita generasi penerusnya sangat pantas untuk mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya dan melanjutkan cita-cita mereka dengan mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya,” papar wali kota.

Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Cirebon Didi Supardi, mengapresiasi pembangunan Monumen Perjuangan. Hal itu dipandangnya sebagai penghargaan sekaligus apresiasi kepada para pejuang yang sudah berkorban baik harta maupun nyawa.

“Ucapan terimakasih tentunya kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Cirebon. Karena hal ini kami rasa merupakan bentuk pengakuan atas perjuangan para pejuang kemerdekaan, khususnya di Cirebon” ujarnya.

Ia menyebutkan, Keberadaan monumen itu sendiri, merupakan keinginan para pejuang sejak lama. Sebab jika tak ada tugu atau apapun namanya tanda pengingat, bisa jadi jejak para pejuang di Kota Cirebon tidak akan diketahui generasi penerusnya.

“Di lokasi ini, telah terjadi pembantaian terhadap 15 orang pejuang oleh tentara KNIL tahun 1947. Belasan pejuang berusaha menghalangi penjajah Belanda yang hendak membunuh dua orang komandan Kompi TKR,” katanya.(Ibol/Gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here