Menuju Destinasi Wisata Utama, Geliat Keraton Kasepuhan Cirebon Tarik Minat Ribuan Pengunjung

0
853

SIANG itu udara cukup panas, bahkan mungkin teramat  panas bagi orang luar Cirebon yang kebetulan tengah melancong atau jalan-jalan berkunjung ke Kota Wali. Namun suasana berbeda atau biasa warga setempat menyebut “adem” langsung terasa saat memasuki pelataran Keraton Kasepuhan di Kelurahan Kasepuhan Kec Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Pepohonan yang rimbun dengan dikelilingi  tembok atau lebih pas disebut benteng kuno tampak menambah suasana teduh di lingkungan keraton. Belum lagi suara kicau burung dan segerombolan burung merpati berterbangan jinak di rerumputan benteng keraton sebelah timur.

Seolah tak mau ketinggalan, sinar sang surya keemasan tampak berkilau menyelinap di antara dedaunan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Kehadirannya mampu menghangatkan di antara kesejukan yang saat itu terasa begitu asri dan hijaunya lingkungan keraton.

Samar-samar dari kejauhan terdengar suara lantang dari seorang  guide pariwsata yang tengah memandu para wisatawan. Berpakaian lengkap dengan mengenakan blankon dan kain keraton, sang gudie tampak menjelaskan satu persatu obyek wisata yang berada di dalam keraton.

Rupanya, saat itu keraton tengah kedatangan ratusan pengunjung dari luar kota dengan menggunakan sejumlah bis. Mereka tampak antusias mendengarkan apa yang disampaikan sang guide. Dari mulai pintu gerbang utama masuk, hingga patung Dua Macan Putih tepat di depan bangunan utama Keraton Kasepuhan yang kanan-kirinya diapit dua meriam kuno pemberian dari Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Tepat di depan bangunan utama Keraton, para pengunjung yang merupakan siswa-siswi dari SMK Al- Muhajirin Bekasi itu tampak  mulai berfoto selfie. Di antara mereka tampak begitu terkagum-kagum dengan nilai historis  dari Keraton peninggalan Sunan Gunungjati tersebut.

“Kami datang rombongan sebanyak tiga bis ke sini. Sengaja mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon untuk mengetahui secara langsung nilai-nilai sejarah dan religi peninggalan Kesultanan yang ada di Cirebon ini,” ujar Baehaki salah satu rombongan dari SMK Al-Muhajirin Beksi tersebut, Senin (9/4/2018).

Sementara itu, Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadingrat, menyebutkan, Keraton Kasepuhan terus berbenah untuk menjadi destinasi wisata di Cirebon, bahkan di Indonesia. Dari mulai revitaisasi hingga pembangunan gedung baru seperti halnya Museum Keraton Kasepuhan yang beberapa bulan lalu diresmikan.

“Begitupun fasilitas bagi para pengunjung untuk membuat mereka lebih nyaman saat memasuki pelataran keraton. Dari mulai sistem pembelian karcis, saat memasuki keraton hingga ingin mengetahui secara detail apa yang ada dalam keraton, semua difasilitasi. Allhamdulilah, pelan tapi pasti tingkat kunjungan wisata ke Keraton Kasepuhan terus menunjukan peningkatan yang signifikan,” paparnya di damping salah satu staf Keraton Kasepuhan, Andi.

Ia menyebutkan, pengunjung ke Keraton Kasepuhan tidak lagi terkonsentrasi pada hari-hari libur saja, termasuk weekend atau akhir pekan. Tetapi kini pada hari-hari biasa, pengunjung dari luar kota bannyak yang datang hingga membuat suasana keraton cukup ramai.

“Untuk karcis masuk, saat ini kami member tariff untuk dewasa Rp 15 ribu dan untuk anak-anak Rp 10 ribu. Hasil penjualan karcis tersebut, kita gunakan untu peningkatan pengelolaan keraton, termasuk member kesejahteraan kepada para pengelola yang setiap hari member pelayanan kepada para pengunjung,” pungkasnnya. (Dik/Grapo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here