Menguak Anggaran Pembangunan Proyek Bendung Karet Cibama

0
772

Banten-Gragepolitan.com-Pembangunan Sarana Prasana Air Baku Bendung Karet Cibama yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang  membuat kelopak  mata terbelalak.  Sepertinya ada yang tersembunyi pada Bendung Karet Cibama. Hal itu tersirat  dari observasi yang dilakukan Tim di lapangan, kondisi sarana prasana disekitar Bendung Karet Cibama dalam kondisi memprihatinkan. Untuk menguak tabir, ada apa dibalik Bendung Karet Cibama…? Maka, Tim melayangkan surat konfirmasi sebanyak dua kali, Namun Kasatker SNVT, PJPA BBWSC-3, yang bernama Sartono  dan PPK PJPA, yang diketahui bernama Budi,Hingga berita ini diturunkan kedua pejabat PJPA selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat dalam merealisasikan APBN di Banten  membisu “  bungkam “.Sartono sebagai Kepala Satker (Kasatker) SNVT PJPA Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Cidurian – Ciujung hingga Sepertinya tidak memahami arti Undang-undang Pers dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP).    Padahal, hasil akhir Pembangunan Sarana Prasana Air Baku Bendung Karet Cibama APBN Tahun Anggaran 2016 layak untuk dipertanyakan, soalnya banyak indikasi kejanggalan yang ditinggalkan,dari hasil pelaksanaan kegiatan di tahun 2016, menimbulkan kesan dan dugaan terjadinya penyimpangan  anggaran dalam pelaksanaan proyek Cibama. Bedasarkan fakta yang ditemukan Tim di lokasi dan informasi yang dihimpun dari berbagai  nara sumber,bahwa Bendung karet Cibama sampai saat ini tidak berfungsi serta terindikasi ada pengurangan volume pada beberapa item pekerjaan yang berakibatkan tidak  berfungsinya bantalan karet. Terlihat dengan jelas Kondisi Permukaan Tanah disekitar Bendung Karet acak-acakan alias tidak dilakukan  perapian lokasi kerja. Pintu air bagi sadap,hanya ditutup menggunakan  triplek, pemasangan pagar BRC di duga tidak sesuai dengan spesipikasi,sementara itu  pemasangan bronjong kawat tanpak asal pasang  tidak sesuai dengan aturan yang berlaku yang lebih gilanya lagi bahwa pembangunan rumah jaga yang sudah dianggarakanpun tidak dilaksanakan atau dikerjakan alias “ Fiktif “.Ironisnya lagi dibagian konstruksi tangga jembatan ditemukan kontruksi yang sudah retak sedangkan anggaran miliaran rupiah di kucurkan oleh negara melalui anggaran APBN. Proyek pembangunan Bendung Karet Cibama,kuat dugaan adanya persekongkolan antara pimpinan proyek (Penyelenggara Kegiatan)  dengan pihak rekanan. (Kerjasama hitam) yang merugikan Negara hingga milyaran rupiah. Akibat, adanya dugaan kecurangan  pada pembangunan Bendung Karet Cibama tersebut,irigasi pertanian kekurangan air dan dampaknya masyarakat sekitar belum dapat merasakan arti dari  pada pembangunan Bendung Karet Cibama.Yang lebih gilanya lagi bahwa Pememrintah pusat kembali menggelontorkan anggaran pada tahun anggaran 2017 melalui  APBN,anggaran itu  untuk biaya belanja konstruksi bendung karet Cibama sebesar 5 milyar. Hal ini berdasarkan dokumen yang di upload dari website kementerian pekerjaan umum dan perumahan Rakyat (KEMENPUPERA). Ini membuat mata masyarakat banten tercengan sebab,pembangunan sebelumnya saja tidak beres namun anggaran di kucurkan kembali.Dalam hal ini Masyarakat Banten berharap  pihak penegak hukum Polda Banten,Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Banten atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), supaya segera turun tangan melakukan penyelidikan  terhadap pihak penyelenggara kegiatan  Pembangunan Sarana Prasarana Bendung Karet Cibama,diantaranya Kasatker PJPA dan PPK PJPA BBWSC3 Banten dan kontraktor pelaksana (suryadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here