Makam Korban Kebiadaban Genk Motor di Cirebon Dibongkar

0
782
Cirebon, GRAGEPOLITAN-Setelah hampir sepekan dimakamkan keluarganya, korban kebiadaban gerombolan genk motor Vin (16) terpaksa makamnya dibongkar polisi untuk kepentingan autopsi, Selasa (6/9). Vin merupakan korban pemerkosaan yang dilakukan sekelompok gerombolan bermotor sebelum kemudian dianiaya hingga meninggal dunia di TKP.

Korban Vin tercatat tinggal di Kampung Samadikun, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Vin tak sendirian, korban lainnya MR (16), warga Desa Arumsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Keduanya dibantai gerombolan genk motor hingga meregang nyawa pada 27 Agustus 2016.

Pembongkaran makam Vin dilakukan Tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar, RS Bhayangkara Indramayu dengan didampingi jajaran Polres Cirebon Kota. Petugas membongkar makam Vin di Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Proses autopsi yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari dijaga ketat kepolisian.

Di lokasi pembongkaran makam Vin, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Indra Jafar melalui Kasat Reskrim, AKP Galih Wardani mengungkapkan, dimungkinkan terdapat luka pada tubuh Vin. Namun pihaknya belum dapat memastikan secara detail luka-luka di tubuh Vin akibat penganiayaan anggota gerombolan genk motor tersebut.
“Nanti tim dokter forensik yang bisa menjelaskan hasil autopsinya. Karenanya kami belum dapat menyimpulkan sekarang,” katanya.
Menurutnya, proses autopsi dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyelidikan. Hal serupa juga dilakukan pada makam korban MR di Kabupaten Majalengka.Ia menyebutkan, sejauh ini pihaknya mensinyalir masih ada tersangka lain yang terlibat, termasuk tiga pelaku lain yang hingga kini masih buron.

“Seperti sebelumnya, tiga tersangka masih kami buru dan delapan pelaku lain yang telah ditahan di Polda Jabar, masih kami periksa,” ujarnya.
Dilokasi pembongkaran makam Vin, tampak antusias warga yang penasaran ingin melihat dari dekat. Bahkan di antara warga, tampak anggota keluarga Vin, Junaedi yang juga Ketua RW 11 Samadikun Utara, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
“Kami telah menyampaikan permintaan keluarga agar kawat gigi dan lensa kontak Vin dilepas. Sedangkan atas kasus ini kami mendesak agar para pelaku dihukum seberat-beratnya,” pintanya.

Sementara itu, proses autopsi tersebut mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon. Salah satunya, Ketua Komisi C DPRD, Doddy Arianto berencana menindaklanjuti kasus ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon.

“Supaya ke depan tak terjadi kejahatan seperti itu lagi. Saya juga minta pihak kepolisian bertindak lebih keras  kepada sekelompok motor yang berpotensi melakukan kejahatan lebih fatal,” tandasnya. (G-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here