Gabungan Mahasiswa Serang Demo Desak Kadisdik Mundur

0
521

Banten,(Grapol) – Mahasiswa Serang yang terdiri dari dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Rabu 21 Maret 2018.

Dalam aksinya mahasiswa menilai kinerja Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Serang jauh dari kata berhasil. Mereka juga menuntut Kadis Pendidikan untuk mundur dari jabatannya.

Kordinator Aksi Khoirul Umam, mengatakan, pendidikan merupakan media terpenting bagi sebuah negara dan menjadi jantung negara bersama kesehatan dan infrastruktur yang menjadi tolak ukur kemajuan sebuah negara.

Namun hal tersebut bertolak belakang dengan kondisi pendidikan di Kabupaten Serang. Dimana, masih banyak terdapat instruktur sekolah yang tidak layak huni seperti SDN 2 citasuk di Kecamatan Padarincang dan insiden penggusuran SDN Sadah di kecamatan Ciruas.

Lanjutnya, pentingnya pendidikan sudah diatur dalam pasal 31 ayat 2 yang menyatakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Hal tersebut dipertegas dengan pasal 31 ayat 4 yang menjelaskan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

“Dari ketentuan tersebut menggambarkan begitu pentingnya pendidikan dalam sirkulasi kehidupan bernegara jika pendidikan di sebuah negara tidak lagi diperhatikan oleh seluruh instansi yang berwenang, maka bisa dipastikan bahwa sebuah negara maupun wilayahnya tinggal menunggu waktu kehancuran saja,” tegasnya.

Begitu juga yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang saat ini, kondisi pendidikan masih banyak terdapat instruktur sekolah yang tidak layak huni. Kondisi tersebut telah mengorbankan psikologis siswa siswi didik sampai menyebabkan meningkatnya angka putus sekolah.

“Ini menggambarkan dengan jelas kinerja kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang yang tidak serius dalam menangani persoalan Pendidikan Kabupaten Serang,” ucapnya.

Lebih ironis lagi, persoalan gaji tenaga pengajar yang akan memperoleh sertifikasi dari dinas pendidikan yang tersumbat sehingga menyebabkan semangat mengajar para pengajar di tiap wilayah Kabupaten Serang menjadi sebab terbengkalainya pendidikan di Kabupaten Serang.

“Maka itu kami menuntut tuntaskan sengketa pendidikan di Kabupaten Serang, realisasikan kesejahteraan tenaga pengajar, transparansi kebijakan pembangunan sekolah, tuntaskan relokasi infrastruktur Pendidikan Kabupaten Serang dan turunkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang,” pungkasnya.(Qq).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here