Lagi, Galian Tak Berizin di Kab Cirebon Longsor Tewaskan Pekerjanya

0
186

Gragepolitan, CIREBON – Lagi, longsoran galian C di Kab Cirebon mengakibatkan korban tewas akibat tertimbun material galian, Selasa (9/6/2019) sekira Pukul 14.10 WIB. Tepatnya di lokasi galian C milik Yayasan Al Azhariyah Gunung Kuda Desa Cipanas Kec Dukupuntang.

Korban tewas Dede (30) warga Blok II Wanggung Wangi Desa Girinata Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon. Mirisnya, korban diketahui meninggalkan seorang istri yang kini tengah menunggu hari-hari kelahiran anaknya.

Diperoleh informasi, kronologi kejadian sekitar Pukul 13.30 WIB, tiba-tiba tanah longsor dan langsung menimbun satu unit Beco yang tengah beroperasi. Akibatnya korban Dede sang operator ikut tertimbun material hingga menghembsukan napas terakhirnya di lokasi kejadian.

Selanjutnya, petugas dari Polsek Dukupuntang Polres Cirebon dan warga melakukan evakuasi korban. Jasad korban lalu dibawa ke RS. Gunung Jati Cirebon. Kasusnya kini dalam penanganan pihak kepolisian Polres Cirebon.

Dua orang saksi pada peristiwa tersebut, masing-masing Maman Faturohman (54) Buruh, Alamat Blok Karang Anyar Desa Cipanas Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon, dan Sutarjo (46), Mandor Pekerja, Blok Depok Desa Kedongdong Kidul Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon.

Sementara itu, diketahui lokasi kejadian merupakan Galian C milik Yayasan / Kopontren Al Azhariyah dengan alamat kantor di Bantaragung Sindangwangi Kab Majalengka. Selama ini galian tersebut dikelola atau dioperasikan oleh 2 (dua) pengusaha antara, yakni Ka dan Ru.

Hanya saja galian tersebut ternyata dikabarkan ijinnya telah habis, namun tetap melakukan aktifitas penggalian.

Terkait peristiwa ini, belum ada pernyataan siapa yang akan bertanggung jawab. Sementara paska kejadian, lokasi galian langsung ditutup pihak kepolisian dengan memasang garis polisi (Police Line).

Dengan ijin usaha penambangan yang masa berlakunya sudah habis namun masih beroperasi merupakan hal yang patut dipertanyakan. Dimana pengawasan dari dinas atau badan terkait dalam perijinan dan penambangan khususnya galian C tidak optimal.

Padahal, kejadian longsor serupa telah terjadi juga sekitar empat bulan sebelumnya. Ini sebagaimana pernah dilaporkan aktivis lingkungan setempat.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Suhermanto, melalui Kapolsek Dukupuntang, AKP Didi Wahyudi Sunansyah membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kasusnya tengah dalam penyelidikan Polres Cirebon Kabupaten.

“Petugas langsung turun ke lokasi dan melakukan proses evakuasi. Peristiwa ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait,” katanya. (gragepolitan/ys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here