Lagi, Aksi Demo Buruh Guncang Kab Cirebon

0
491
Cepy/Grapol

CIREBON, (Grapol) – Lagi, ratusan buruh yang tergabung dalami Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI), menggelar aksi demo memprotes besaran upah di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab Cirebon, Kamis (16/11/2017). Kedatangan mereka langsung disambut penjagaan ketat aparat kepolisian dengan menempatkan Polwan pada barisan terdepan, dan menempatkan satu unit kendaraan water canon di lokasi demo.

Pantauan grapol di lapangan, massa pendemo terus merangsek hingga memacetkan arus lalu lintas Jalan Cipto di depan kantor Disnakertrans. Dibantu satpol pp, petugas kepolisian dari Polres Cirebon Kota tampak berusaha menenangkan massa.

“Kami minta pemerintah jangan otoriter terkait upah buruh ini. Saat rapat pleno tentang besaran upah, kenapa mereka mengambil keputusan sepihak,” ujar Koordinator Aksi, Asep Sobarudin yang juga ketua DPC  SPN  Kab Cirebon di sela-sela aksi seraya disambut aplaus teman-temannya.

Ia menyebutkan, buruh menolak PP No 78/2015 tentang pengupahan. Di mana kenaikan upah minimum provinsi (UMP) harus sesuai kebutuhan hidup layak (KHL). Karena jika mengacu pada hasil survey kebutuhan itu Rp 3,2 juta, namun upah yang yang disetujui hanya Rp 1,8 juta.

Pada kesempatan tersebut para pendemo terus meneriakan yel-yel protes, termasuk menuduh Disnakertrans Kab Cirebon dianggap mereka tidak becus mengurus tenaga kerja (buruh). Bahkan di mata pendemo dewan pengupahan telah dikebiri sehingga tak bisa berbuat banyak.

“Dengan terpaksa kami akan mendobrak pintu apabila tidak diterima, karena Bagaimanapun PP 78/2015 sudah jelas menyengsarakan kehidupan kami,” teriak Asep.

Melihat kondisi semakin nemanas dengan terus tambah merangsek ingin memasuki kantor dan menerobos barikade pengamanan, akhirnya para pendemo diterima dengan mempersilahkan 5 perwakilan untuk masuk dan diterima Kabid Pembinaan, Perlindungan Hubungan industrial dan Jaminan, H Moh Zaenudin Jayamiharja SE MM.

Sebelumnya para pendemo melakukan aksi long march menuju kantor Disnaker Kab Cirebon. Pemicunya kenaikan upah dari Rp 1,7 juta menjadi Rp 1,8 juta dianggap menghina para buruh dan mereka mencibir besara upah tersebut.(Cepy/Grapol)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here