Kisruh SK SMAN 4 Kota Cirebon, DP Minta Semua Diganti. Lusa Disdik Jabar Turun ke Cirebon

0
383
Foto: Ist: Kepala Pengawas Disdik Jabar, Juli

Gragepolitan, CIREBON – Kisruh penerbitan surat keputusan (SK) pengangkatan wakil kepala sekolah (wakasek) di SMAN 4 Kota Cirebon menjadikan makin semrawutnya sistem dan kebijakan di sekolah tersebut. Di mana dilanggarnya prosedur penerbitan SK yang diduga dilakukan Plt Kepsek SMAN 4, Dodi Rosnaedi seolah mempertontonkan minimnya pengamalan budi pekerti kepada anak didik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kota Cirebon, H. Hediyana Yusuf saat dimintai komentarnya perihal adanya dua SK wakasek di SMAN 4 Kota Cirebon, Jumat (16/8/2019).

“Makanya kami di dewan pendidikan, berkeinginan kembali menghidupkan akan pentingnya pendidikan budi pekerti ini di sekolah-sekolah. Karena jangan sampai, dengan istilah pendidikan karakter saat ini, malah para anak didik hanya takut di depan para guru saja. Sementara di luar itu mereka tak menghiraukannya. Apalagi jika diberi contoh misalnya adanya pelanggaran, sementara kepada siswa mereka harus patuh,” kata mantan anggota DPRD Kota Cirebon ini kepada gragepolitan.com dan PRTV Cirebon.

Sementara disinggung solusi atas persoalan yang kini terjadi di SMAN 4, Hediyana menegaskan, mesti adanya keberanian dari KCD Disdik Jabar untuk mengganti semua guru dan Plt kepsek di sana. Sebab dengan cara itulah, kemudian SMAN 4 benar-benar akan bisa dibenahi.

Menurutnya, dengan alasan apapun tidak dibenarkan seorang Plt kepsek dengan tiba-tiba membuat SK baru. Apalagi SK sebelumnya yang nyata-nyata dibuat kepsek definitif tak pernah dibubarkan terlebih dahulu.

“Kalau misalnya ada aspirasi, ya musyawarahkan dulu. Dari situ baru ajukan ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan kemudian sebagaimana diakui Kepala KCD, ternyata selaku pimpinan beliau tidak tahu menahu. Ini kan lucu,” tandasnya.

Terpisah, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) melalui Kepala Pengawas SMA/SMK Jabar, Juli, mengakui pihaknya belum mendapat laporan tentang kisruh SK Wakasek di SMAN 4 Kota Cirebon. Untuk mencari tahu kepastiannya, dirinya berencana pada Senin (19/8/2019) lusa akan datang ke Kota Cirebon.

“Dari sisi etika, Saya kira SK yang dikeluarkan Plt kepsek itu melanggar prosedur. Ini sebenarnya masalah internal dan bisa diselesaikan baik-baik jika semuanya bisa duduk bersama. Tanggal 19 Agustus lusa, kami akan turun ke Cirebon,” katanya.

Terpisah, menyusul pemberitaan media tentang dualisme SK di SMAN 4, sejumlah pendidik di sekolah tersebut seperti dalam obrolan grup WA mereka malah terkesan mengolok-oloknya. Padahal istilah “demisioner” sendiri sebelumnya keluar dari mulut Kepala KCD Disdik Jabar Cirebon, H Islam Widya Hikmat, yang notabene atasan mereka. (gragepolitan/PRTV/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here