Karna Sobahi Beberkan Hasil Survey Untuk Pilkada Majalengka

0
3692

Majalengka, GRAGEPOLITAN-Wakil Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd mengaku menduduki urutan teratas hasil survei independen yang dilakukan Indopoling Network Research (INR) Jakarta. Poling khususnya dari segi popularitas dan elektabilitas keterpilihannya di Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Majalengka tahun 2018 mendatang.

Suami dari Hj. Dede Dede Nurhayati M.Pd ini menjelaskan, mengenai latar belakang majunya dia sebagai bakal calon Bupati Majalengka periode 2018-2023. Di antaranya berdasarkan hasil survei independen pada Februari-Maret 2017 di 343 desa/kelurahan se-Kabupaten Majalengka.

“Alhamdulillah tingkat popularitas, kesukaan, dan keterpilihan saya tertinggi. Itu artinya, dukungan dari rakyat kepada saya di Pilkada Majalengka cukup tinggi,” ujarnya, Senin (3/4).

Ia menyebutkan, hasil survei ini bersifat tertutup dan nampaknya baru sebatas mengukur pergerakan politik dirinya, bersama tim relawan yang dibentuknya. Sedangkan partai pengusung dan partai pendukung belum terlihat pergerakanya karena belum ditetapkannya sebagai calon kepala daerah.

“Kalau rekomendasi, biasanya turun setelah adanya tahapan penjaringan, hasil survei, rapat pleno partai, serta aturan lainnya. Kalau saya sendiri menyerahkan hasil rekomendasi kepada mekanisme partai, dan tidak akan berandai-andai,” papar Ketua DPD PUI Kabupaten Majalengka ini.

Karna menegaskan, dirinya tidak akan maju dalam pertarungan Pilkada hanya berdasarkan chek pas-pasan. Baik itu dukungan dari masyarakat, maupun kekuatan finansial. Hal itu cukup beralasan, mengingat waktu kampanye yang masih terbilang lama, dan itu membutuhkan dana yang cukup besar.

“Saya sangat berharap PDIP bisa mengusung saya di Pilkada Majalengka mendatang,” harapnya.

Disinggung mengenai calon pendampingnya, lanjut dia, pihaknya menyerahkan semuanya kepada mekanisme partai yang bakal mengusungnya. Tapi yang terpenting memiliki visi-misi yang sama, saling mendukung satu sama lain.

“Calon wakil saya juga harus memiliki modal politik, modal sosial di masyarakat, basis masa yang jelas, modal material, dan disukai masyarakat,” jelasnya.

Terkait berapa pasangan yang akan berkompetisi, dirinya berpendapat lebih banyak lebih bagus. Tapi kalau pun sedikit tidak akan mempersoalkannya.

“Kalau head to head pun tidak masalah. Yang terpenting, berkompetisi secara sehat, saling menghargai, saling menjaga kondusivitas di masyarakat agar tidak terjadi kegaduhan,” imbuhnya.

Selain itu, ia menyoroti beragam persoalan di Kabupaten Majalengka di masa mendatang yang semakin berat dan komplek. Dehingga diperlukan keterlibatan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Majalengka ke arah yang lebih baik.

“Mari kita bersama-sama secara total, memberdayakan semua potensi yang ada di Majalengka secara maksimal untuk kepentingan bersama,” tuturnya.

Karna mendorong, agar model percepatan pembangunan harus diarahkan ke segala sektor terutama dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), kemiskinan, infrastruktur, pertanian, ketahanan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, parawisata agama, budaya,dan lain sebagainya.

“Guna menjawab semua itu diperlukan keselarasan, keseimbangan, dan konektivitas kebijakan antara eksekutif dan legislatif agar selalu dinamis,” pungkasnya. (Mugni/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here