Karaoke Mixologi Diujung Tanduk, Warga Sekitar dan Gabungan Ormas Demo Desak Penutupan

0
1369

CIREBON, (Grapol) – Massa gabungan organisasi kemasyarakatan (Ormas), termasuk warga RW di Kel Drajat Kota Cirebon menggelar aksi unjukrasa menentang keberadaan tempat hiburan malam Bar Karaoke Mixologi di Jalan Kesambi Raya, Selasa (20/3/2018). Aksi berlangsung di halaman gedung DPRD setempat dengan tuntutan utama mendesak agar tempat karoke tersebut segera ditutup.

“Cirebon merupakan kota wali sehingga harus dijauhkan dari hal-hal kemaksiatan, termasuk munculnya Bar Karaoke Mixologi yang secara terang-terangan menjual minuman keras (Miras). Karenanya kami minta Pemkot Cirebon segera menutup tempat karaoke ini,” teriak Budi dari Aliansi Masyarakat Muslim seraya disambut aplaus pendemo lainnya.

Sambil tak henti-hentinya meneriakan tuntutan, para pendemo datang dengan membawa berbagai atribut dan poster terkait tuntutan mereka.

Diantaranya bertuliskan “Masjid Sunan Gunung Jati (Harmonis) dan Mushola Al Muhajirin dilecehkan kesuciannya oleh Karaoke Bar Mixologi…Satu kata tutup Bar Karaoke Mixo…!”.

“Kami minta agar Karaoke Bar Mixologi segera ditutup karena bisa menimbulkan konflik. Sebab jelas-jelas keberadaanya selama ini ada yang dengan sengaja mem-backup nya. Apalagi sekarang ini tahun politik, sehingga hal-hal yang bisa membuat Kota Cirebon tak kondusif harus segera ditindak,” kata Ustad Ujang Zakaria dari Kandang Juang Cirebon.

Sementara itu, perwakilan massa pendemo diterima, Anggota DPRD Kota Cirebon M Handarujati. Kepada pendemo, Andru panggilan akrabnya, berjanji untuk menyurati Pjs Walikota agar merekomendasikan penutupan Karaoke Bar Mixologi.

“Karena harus dipahami teman-teman, dalam bergerak itu ada alurnya. Salah satunya kita saat ini sedang merevisi perda tibum,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk tempat karaoke keluarga memang diizinkan di Kota Cirebon selama menempuh proses perizinan yang benar. Sedangkan Karaoke Bar Mixologi jika benar mereka menjual minuman keras, lalu pemandu lagunya berpakaian minim, terus melewati jam operasional, itu tentu meresahkan masyarakat.

“Saya tegaskan DPRD bersama pemdemo, tapi ingat itu ada langkah hukum harus kita patuhi. Harapannya mengeluarkan surat kepada Pjs Wali Kota untuk menghentikan operasional sampai masalahnya klir,” tandasnya. (Cepy/Grapol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here