Isu Chaos Penobatan Sultan Sepuh XV Tak Terbukti, Masyarakat Adem Ayem

0
659

Gragepolitan, CIREBON – Gembar-gembor sejumlah orang bakal terjadinya chaos saat penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin tidak terbukti, Minggu (30/8/2020). Prosesi penobatan yang dimulai sekira Pukul 13.00 WIB berlangsung lancar hingga selesainya sekira Pukul 15.00 WIB.

Dengan disaksikan para tamu undangan, termasuk Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan para pejabat pemerintah. Prosesi acara juga dihadiri seluruh raja dan sultan se-Nusantara yang sejak awal telah hadir.

Setelah semua tamu undangan datang, kemudian acara puncak diawali. Tahlilan dan doa tawasulan 40 hari wafatnya Sultan Kasepuhan XIV. Kemudian acara dilanjutkan pada prosesi Jumenengan (penobatan sultan) Kasepuhan XV.

“Allhamdulilah berkat ijin dari Allah SWT, saya hari ini mendapat amanah untuk meneruskan kepemimpinan di Keraton Kasepuhan ini. Ke depan memang untuk mengembangkan keraton-keraton yang ada ini, perlu adanya undang-undang yang mengaturnya,” ujar Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin dalam sambutannya.

Masih dalam rangkaian rangkaian penobatan Sultan Sepuh ini, kemudian dilakukan penyerahan santunan kepada 150 anak yatim. Pemberian santunan langsung dilakukan Sultan Luqman Zulkaedin secara simbolis kepada 15 anak yatim yang hadir saat itu.

Sebagaimana kebiasaan pada penobatan sultan sepuh ini, acara dilanjutkan dengan penyerahan 15 Mushaf Quran kepada perwakilan 15 masjid kuno. Begitupun dilanjutkan dengan penyerahan 15 bibit pohon kepada abdi dalam.

Sementara itu, Tawasul Zikir dan doa dipimpin Penghulu Astana Gunung Jati. Sedangkan untuk tahlilan dipimpin penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Memang situasi sempat memanas saat sekelompok kecil massa melakukan protes penolakan penobatan di depan gerbang Keraton Kasepuhan. Namun upaya mereka terhadang aparat keamanan dan akhirnya mereka pun membubarkan diri.

Sebelumnya mereka menyampaikan unke-uneknya dengan berbagai alasan. Diantaranya mereka menolak Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV karena Luqman Zulkaedin disebutkannya bukan Dzuriah Kanjeng Sinuhun Sunan Gunungjati Syekh Syarif Hidayatullah.

“Sikap kami tegas bahwa Luqman Zulkaedin bukan Dzuriah Kanjeng Sinuhun Sunan Gunungjati Syekh Syarif Hidayatullah,” ujar Ketua Kasultanan Cirebon PH Tomi Iplaludin.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, situasi Kota Cirebon secara umum tampak tenang. Begitupun, kecuali sempat adanya sekelompok yang memprotes penobatan, secara umum situasi sekitar area Keraton Kasepuhan tampak aman terkendali. (TIM/gragepolitan/PRTV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here