Investasi Capai 1,3 T, Kota Cirebon Terus Menggeliat

0
2154
Ilustrasi

IKLIM dunia investasi di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan memasuki catur wulan terakhir tahun 2016 saat ini, nilai investasi yang masuk ke Kota Cirebon telah mencapai Rp 1,3 Trilyun, melebihi target Rp 600 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Modal pada Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT) Kota Cirebon, Icip Suryadi, mengatakan, naiknya nilai investasi tersebut tak dipungkirinya salah satunya sebagai dampak hadirnya Tol Cipali dan rencana akan adanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Terutama hal ini telah berdampak pada minat pengusaha lokal maupun nasional, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata dan jasa.

“Dengan masih adanya waktu yang tersisa saat ini, kemungkinan angka investasi yang telah diraih tersebut masih akan terus bertambah. Begitupun tahun-tahun ke depannya, sejalan dengan perkembangan Kota Cirebon, tentu akan makin meningkat lagi. Semoga semua ini pada akhirnya akan berdampak pada naiknya tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon,” paparnya kepada gragepolitan, Selasa (27/9).

Ia menyebutkan, meski dari sisi luas wilayah Kota Cirebon termasuk kota kecil atau sempit, namun pihaknya yakin hal itu tidak akan menjadi penghalang bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Karena selain letaknya yang strategis, Kota Cirebon dari sisi bisnis dianggap seksi sehingga menjadi magnet bagi para investor.

“Semua itu tidak dijadikan kendala, jangan sampai perkembangan investasi berjalan stagnan. Makanya sebagai solusinya kita akan manfaatkan lahan tidur yang selama ini belum tergali. Seperti halnya keberadaan gedung Eks BAT di Lemahwungkuk,” katanya.

Menurutnya, terkait gedung BAT pihaknya sudah pernah menawarkan kepada para investor melalui Forum West Java Expo Informatika (WJIE). Di mana organisasi tersebut merupakan forum pariwisata yang selama ini cukup memiliki kredibilitas.

Disinggung terkait mudahnya perijinan di Kota Cirebon, Icip memberikan menyatakan, tidak ada alasan bagi BPMPPT untuk mempersulitnya. Selama mengikuti proses dan tahapan sesuai aturan, perizinan tidak akan pernah dipersulit.

“Dengan dipermudahnya perijinan pada bidang perdagangan, pariwisata dan jasa maka akan berdampak positif kepada sektor lainnya. Salah satunya akan makin terbukanya peluang ketenagakerjaan. Begitupun hal ini akan berdampak pada sektor pajak hingga bisa memberi pemasukan kepada kas daerah. Karenanya kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para investor,” pungkasnya.(Gragepolitan/Cepy)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here