Hormati Senior Jikun Serahkan Royalty “Rock di Udara:

0
551

SEKITAR awal tahun 2016, Ir Aji Pamungkas atau yang lebih dikenal dengan nama Jikun, seorang gitaris band kenamaan /rif Ia pernah  mengutarakan keinginannya untuk mendaur ulang Lagu lawas “Rock di Udara”. Lagu tersebut akan dirilis Jikunsprain, band metal besutannya.

Semula Jikun bermaksud menyerahkan sepenuhnya hasil penjualan digital lagu tersebut kepada penciptanya. Belakangan, Ia berniat menyisihkan sebagian honor manggung Jikunsprain.

“Ini bentuk dari respek sama Om Donny sebagai senior gue,” katanya serius.

Meski permintaan ijin berlangsung  super lancar, saat itu Donny Fattah hanya menjawab pendek “silahkan saja” saat pihak mediator antara Jikunsprain menghubungi Donny Fatah. “saya tetap menekankan perlu adanya kontrak tertulis” ujar Denny selaku mediator.

Mungkin bagi keduanya soal kesepakatan resmi ini hanyalah selembar kertas. “Di atas itu ada yg lebih penting dan sulit diungkap dalam bahasa legal, yaitu kepercayaan seorang pencipta dan sikap hormat seorang musisi kepada pendahulunya” tambahnya.

Lagu “Rock di Udara” direkam ulang Jikunsprain di empat studio berbeda, termasuk studio milik Posan Tobing dan studio mixing di atas Circke K Bulungan. Jikunsprain adalah Jiks (gitar), Ogie Mogadale (vokal, Tic Band), Tedy (bas, /rif), Richard Mutter (drum, Pas Band). Tentu hasilnya berbeda dengan versi asli yang secara musikal sangat ilustratif namun Versi Jikunsprain lebih ringkas dan gegap gempita.

Setelah ciptaannya ini beredar melalui media digital, Donny Fattah tidak pernah sekali pun menyinggung perihal royalti yg dijanjikan itu. Begitu pun saat berlangsung Super Rawk Fest 2017  yang melibatkan God Bless, /rif dan Kotak. Padahal keduanya selalu bertemu baik dalam acara Meet & Greet, Rolling Thunder, sound check mau pun sarapan di hotel tempat rombongan menginap.

Menjelang konser di kota terakhir, Bandung, barulah Jikun bercerita tentang royalti yg diterimanya dari hasil penjualan digital “Rock Di Udara” lalu meminta Denny untuk menyerahkannya kepada Donny Fattah. ” Kali ini saya menolak, Pertimbangannya, akan lebih baik  Jikun yg melakukannya langsung, Ini bukan persoalan besar kecilnya nominal, melainkan manifestasi rasa hormat Jikun. Ia harus menuntaskannya sendiri” ujar denny.

Menjelang dini hari (Minggu 14 Mei), usai Super Rawk Fest 2017, di hotel Jayakarta, serah terima royalti itu berlangsung  tidak lebih dari 5 menit. Seperti saat dihubungi tadi, kali ini pun Donny Fattah hanya berucap singkat “Terima kasih”. (andrian/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here