Habiskan Ratusan Trilyun, Hasilnya Kini Nyanyian Kesepian BIJB/Kertajati

0
237
Andik/gragepolitan

SETELAH menempuh perjalanan dari Cirebon sekira 45 menit, Rabu (8/5/2019) sore tepatnya Pukul 16.15 WIB, kami baru ke luar dari exit Tol Cipali menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati (KJT) Majalengka.

Usai membayar e-Tol, sesaat kemudian ambil arah kiri dan tak lama berselang melewati kantor Kecamatan Kertajati. Lalu tibalah di pintu akses BIJB KJT atau yang dikenal dengan BIJB ini.

Sebelum masuk jalur pintu utama BIJB/KJT, atau saat melintas di ruas Jalan Kertajati, tampak adanya pelebaran badan jalan hingga menjadi 4 jalur. Terutama di sebelah kiri jalan yang dilalui, bangunan rumah ataupun fasilitas umum terkena dampak dari pelebaran tersebut.

Sementara berbeda dengan di jalur Jalan Kertajati yang ramai dilalui kendaraan dari Majalengka atau pun Indramayu, jalur masuk BIJB/KJT saat itu terasa lengang. Hanya sesekali mobil dan sepeda motor melintas menerbangkan debu tipis tersisa.

Tak hanya itu, bekas galian proyek jalan di kanan kirinya masih jelas memunculkan tanah yang telah ditumbuhi rerumputan. Tak lama kemudian atau usai mengambil karcis parkir, gedung utama BIJB/KJT yang sempat menjadi buah bibir itu mulai kelihatan samar menjulang.

Semakin dekat, semakin jelas megahnya gedung BIJB/KJT yang konon menghabiskan dana proyek ratusan trilyunan ini. Namun seolah tak ada teman lainnya, di halaman gedung ini tampak melompong jauh dari hiruk pikuk keramaian.

Sungguh ironis, boro-boro suara raungan pesawat yang hilir mudik di atas kepala sebagaimana bandar udara pada umumnya. Di parkiran mobil pun, saat itu hanya ada dua mobil saja.

Tertegun.., dan sesaat kemudian pandangan terus menyusuri berbagai sudut gedung dan lahan di depannya. Memprihatinkan, plang atau tembok nama Bandara Internasional Jawa Barat mulai dikelilingi rumput liar seolah ingin menelan bunga tak terurus yang sebelumnya ditanam.

Memasuki lobi utama BIJB/KJT, sama sekali tak ada kegiatan selain hanya tiga orang petugas berseragam duduk ngobrol santai dengan rekannnya. Ya dari penuturan mereka, memang sama sekali tak penerbangan, kecuali satu pesawat yakni hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Itu pun penumpangnya masih di bawah 30 persen.

Selfi dan Ngabuburit

Makin mendekati sore atau sekira Pukul 17.00 WIB, sejumlah warga dengan naik sepeda motor mulai berdatangan. Mereka duduk-duduk dan sesekali berfoto selfi.

“Saya sudah ada tiga kali ke sini. Sore ini sengaja membawa cucu jalan-jalan untuk ngabuburit.Lumayan ada tempat main hanya dengan membayar karcis di pintu masuk tadi,” Imo (52) warga Ujung Jaya Majalengka.

Andik/gragepolitan

Upaya Pemerintah

Sementara itu, terkait sepinya Bandara BIJB/KJT ini sedanng diupayakan diatasi dengan munculnya kabar akan adanya pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Satranegara ke KJT. Pergeseran penerbangan itu untuk membagi peran dua bandara yang saat ini masih sama-sama beroperasi di satu provinsi yang sama.

Segala yang berkaitan dengan operasional ke bandarudaraan di Kertajati sudah dinyatakan siap. Moda transportasi sebagai penunjang optimalisasi penerbangan dari bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta juga beroperasi lagi jika penerbangan kembali dibuka dari Kertajati, Majalengka.

“Kita pertama-tama ingin mengapresiasi dan terima kasih kepada Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) yang sudah memiliki komitmen sejak awal untuk meramaikan Bandara Kertajati ini,” kata Direktur PT BIJB Muhamad Singgih dalam keterangannya, Rabu (8/5/2019).

Singgih mengakui, dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta Selasa 7 Mei 2019, telah disepakati pembagian peran sementara antara Husein Sastranegara dan Kertajati. Rapat dihadiri pemangku kepentingan otoritas bandara, dan operator Bandara Kertajati PT Angkasa Pura II.

Hasilnya, Husein Sastranegara tetap beroperasi dengan melayani rute di dalam Pulau Jawa dan Bandar Lampung. Adapun rute internasional, Husein tetap melayani ke Malaysia dan Singapura. Sedangkan rute jarak jauh atau keluar pulau Jawa seluruhnya akan dialihkan ke Kertajati.

“Pelaksanaannya bisa sebelum lebaran atau setelah lebaran. Tapi maksimal itu 15 Juni 2019,” terangnya.

Pertimbangan pengalihan rute jarak jauh juga berkaitan dengan lalu lintas udara di Kertajati yang masih terbilang lengang. Berbanding terbalik dengan Husein Sastranegara yang sudah begitu padat melayani penerbangan setiap harinya. Keputusan akhirnya diambil agar Bandara Kertajati bisa optimal dari segi pelayanan penerbangan.

Singgih menambahkan, fasilitas Bandara Kertajati sudah sangat siap melayani penerbangan domestik maupun internasional. Panjang landasan sudah 3000 meter x 60 meter, serta parking stand dapat menampung 22 pesawat, memantapkan bahwa bandara ini siap melayani penerbangan kapan saja.

Dari konektivitas Singgih juga tidak sanksi. Sambil menunggu rampungnya Tol Cileunyi -Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) sebagai akses utama ke Bandara Kertajati, Tol Cipali tetap bisa diandalkan. Tol ini juga yang sejauh ini digunakan moda transportasi menuju Bandara Kertajati.

“Bandung ke Kertajati via Tol Cipali itu cuma dua setengah jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum,” ucap Singgih.

Diakuinya, sudah ada 12 mitra dan sembilan rute di Jawa Barat yang sudah terlayani dari dan menuju Bandara Kertajati. Selain travel ada Perum Damri, moda transportasi yang sudah menyediakan dan menambah armadanya kapan saja jika dibutuhkan.

Mitra transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati yakni Bandung, Indramayu, Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Cirebon dan Kabupaten Bekasi. Seluruhnya mulai melayani penumpang kembali pada 15 Mei 2019.

“Artinya masyarakat tidak perlu khawatir lagi bagaimana menjangkau Bandara Kertajati. Ini juga akan terus berkembang ke daerah lain seiring permintaan masyarakat,” imbuh Singgih.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sedang melakukan evaluasi ihwal belum optimalnya Bandara Kertajati pasca diresmikan Mei 2018 lalu.

“Kita akan lakukan evaluasi, dan sudah bertemu dengan gubernur juga, langkah yang kita ambil adalah semua penerbangan tujuan luar Jawa itu berangkatnya semua dari Kertajati tidak dari Bandara Husein Sastranegara,” kata Budi saat inspeksi Bus Terkait Kesiapan Mudik di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Selasa (7/5/2019).(Andik/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here