Gubernur: UMK Kewenangan Daerah, Akan Ditetapkan 21 Nopember

0
85
Gragepolitan, BANDUNG – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) akan ditetapkan pada Sabtu, 21 November 2020. Terkait besaran UMK ini merupakan kewenanngan masing-masing daerah dalam pengajuannya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil pada saat menerima audensi dan menampung aspirasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh tingkat Provinsi Jabar di Gedung Sate Bandung, baru-baru ini.

“Penetapan UMK adalah kewenangan pengajuan pertama dari bupati/wali kota. Saya monitor berbeda-beda sesuai dengan dinamika ekonomi dan kearifan lokal,” katanya.

Ia menyebutkan, situasi ekonomi di Jabar si setiap daerah tentu berbeda-beda. Karenanya hal  itu dipastikannya bakal menjadi salah satu faktor dalam penetapan UMP.

Menurutnya, saat ekonomi terpukul karena pandemi Covid-19, ekonomi Jabar terkontraksi lebih dalam dari rata-rata nasional. Hal itu salah satunya karena 60 persen industri manufaktur Indonesia berada di Jabar.

“Situasi daerah tidak pernah sama. Jabar, teorinya, kalau jatuh akan sangat dalam dari pada nasional, tapi kalau kebangkitan dia juga paling tinggi dari nasional. Jadi, sifat ekonomi Jabar itu ada keunikan. Seperti diketahui, 60 persen industri (manufaktur) ada di Jabar. Jadi dinamika pengupahan, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), dan sebagainya, yang paling parah adalah Jabar jika dibandingkan dengan provinsi lain,” ujarnya.

Sementara, dari audensi tersebut, dikatakan Gubernur,  ada tiga poin penting yang disampaikan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh. Salah satunya adalah UMK  yang akan ditetapkan pada Sabtu, 21 November 2020 mendatang.

“Ada tiga aspirasi. Pertama terkait UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota) terdahulu ada dinamika yang perlu diselesaikan. Kemudian, keberatan terhadap UMP (Upah Minimum Provinsi) yang tidak naik. Saya dengar aspirasi dan harapan agar UMK sesuai aspirasi,” katanya
Dikatakannya, semua aspirasi yang disampaikan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh akan dibahas bersama Dewan Pengupahan Jabar. Begitupun monitoring UMK akan dibahas nanti seadil-adilnya.

“Saya akan sampaikan pasti nanti hasil finalnya,” ucapnya. (jabarprov/gragepolitan/dk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here