FKN XI Cirebon, Taman Goa Sunyaragi Mengawali Simbol “Kebersamaan Dalam Keberagaman”

1
977
Cepy/Grapol

NUANSA anggun dengan latar belakang Goa Sunyaragi Cirebon yang bermandikan cahaya warna-warni, menandai dimulainya Festival Keraton Nusantara (FKN) XI tahun 2017  di Kota Cirebon, Jumat (15/9/2017) malam.

Ya, saat itu para raja, ratu dan sultan se- Nusantara mereka disambut dalam acara “Welcome Dinner” sebagai rangkaian awal FKN XI 2017. Seolah kembali pada jaman kerajaan atau kesultanan masa lalu, semua raja, ratu permaisuri dan sultan mengenakan pakaian khas masing-masing keraton sambil bersantap dengan suasana Taman Goa Sunyaragi yang merupakan alam asli kejayaan kesultanan Cirebon di masa silam.

Selaku tuan rumah, tampak Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan XV, PRA Arief Natadiningrat, Sultan Keraton Kanoman, Emirudin dan Sultan Kacirebonan, Abdul Gani. Di antara mereka hadir Wali Kota Cirebon, Drs Nasrudin Azis dan Unsur Muspida setempat serta para tamu undangan lain, termasuk sejumlah duta besar dari negara sahabat.

Mereka tampak berbaur akrab sambil mencicipi aneka sajian khas Cirebon dan nusantara. Alunan musik gamelan dan aneka aksi kesenian mengiringi  mereka “Kebersamaan Dalam Keberagaman”.

“Allhamdulilah dalam suasana penuh keakraban kita semua malam ini bisa berkumpul dalam silaturahmi akbar dalam rangkaian FKN XI di Cirebon. Seperti diketahui, Indonesia lahir dari keberagaman yang direfresentasikan dalam lambing Negara Garuda Pancasila. Di mana disana ada sandi Bhineka Tunggal Ika. Jadi takdirnya memang dilahirkan dengan keberagaman dan kemudian bersatu menjadi bangsa dan Negara Republik Indonesia (RI),” papar Sultan Sepuh mengawali sambutannya.

Ia menyebutkan, keberagaman yang ada saat itu bisa dilihat dari beraneka pakaian, warna kulit, rambut dan bahasa. Sehingga itulah Indonesia yang patut disyukuri karena senantiasa ada dalam kebersamaan dan satu sama lain saling menghormati dan bisa bersatu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Drs Nasrudin Azis, menyampaikan selamat datang kepada para raja, ratu dan sultan pada FKN XI di Kota Cirebon.

“Atas nama Pemkot dan masyarakat Kota Cirebon dengan segala kerendahan hati kami mengucapkan selamat datang sekaligus menyampaikan terimakasih karena Kota Cirebon kembali menjadi tuan rumah FKN setelah 12 tahun lalu menjadi penyelenggara FKN,” katanya.

Menurutnya, ditunjukan Kota Cirebon menjadi tuan rumah FKN tentu merupakan kesempatan emas karena menjadi berkah dan anugerah untuk menjadika kota wisata religi yang dikenal di seluruh Nusantara. Apalagi sebentar lagi Kota Cirebon akan berulang tahun yang ke-648.

Sementara itu, usai bersantap sambil menikmati alunan musik tradisional dan berbagai kesenian daerah, para raja/ratu dan sultan serta tamu undangan bercengkrama akrab bersilaturahmi. Mereka pun keesokan harinya atau Sabtu (16/9/2017) harus bersiap diri untuk mengikuti Kirab menyusuri ruas jalan protocol di Kota Cirebon. (Cepy/Grapol)

1 COMMENT

  1. FKN XI Cirebon merupakan lanjutan dari serangkaian ikhtiar bangsa ini, khususnya para sultan, dalam merevitalisasi peran kraton di tengah bangsa Indonesia yang sedang membangun lahir dan batin. Namun, perlu dicatat bahwa festival ini jangan hanya sekedar seremonial semata. Hal yang lebih penting lagi adalah keteladanan para sultan bagi masyarakat sangat dibutuhkan. Mengapa demikian? Warga masyarakat dahulu sangat segan terhadap para sultan–di samping punya kekuasaan–juga karena sikap dan perilaku keteladanan mereka di hadapan warganya yang santun, tegas, sopan dan berwibawa. Kini, kendatipun tidak memiliki kekuasaan yang luas–kecuali Sultan Yogyakarta–para sultan masih perlu melestarikan sikap raja-raja Islam yang sopan, santun, ramah dan tegas. Semoga sukses dan berkah bagi semua FKN XI Cirebon…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here