Diduga Keracunan Jajanan Sekolah, 18 Siswa SD di Majalengka Dilarikan ke RS

0
153

Gragepolitan, MAJALENGKA – Sedikitnya 18 siswa SDN 2  Patuanan Desa Patuanan Kec Leuwimunding Munding, Kabupaten Majalengka, dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas, Jumat (08/3/2019). Mereka diduga mengalami keracunan makanan dari jajajan di sekolahnya dengan ditandai mual dan muntah-muntah.

Kepala  Puskesmas Kecamatan  Leuwimunding, Kartisem, mengatakan, para siswa tersebut mengalami tanda-tanda keracunan. Seperti mual, muntah-muntah, hingga kepala mereka pusing. Sebelumnya mereka mengaku mengonsumsi jajanan di sekolahnya. Di antaranya  Mie Spaghetti yang dijual seorang pedagang tak jauh dari sekolah.

“Dari 18 siswa tersebut, 15 siswa di antaranya dibawa ke Puskesmas Leuwimunding dan 1 orang ke Puskesmas Palasah. Setelah mendapat pemeriksaan medis mereka kemudian bisa pulang. Namun dua siswa lainnya mengalami gejala cukup parah sehingga dirujuk ke RSUD Majalengka,” kata Kartisem.

Sementara itu, salah satu guru SDN 2 Patuanan, Fahmi menyebutkan, ketika mendapati para siswanya mengalami tanda-tanda keracunan, mereka langsung dilarikan ke puskesmas.

“Sebagian  siswa  suda dirawat jalan dan bisa Pulang. Namun, seorang murid, Mutiara (8) terpaksa dirujuk ke RSUD Majalengka, karena kondisinya cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Leuwimunding Polres Majalengka, Ipda Tatang Sukmara, mengatakan, menyusul kejadian tersebut, seorang pedagang jajanan ringan, Titin Maryati (47) warga Desa Tanjungsari Kecamatan Leuwimunding langsung dibawa petugas ke Mapolsek Leuwimunding.

Pihaknya sudah mengambil sampel muntahan para siswa SD tersebut untuk dilakukan pengujian Laboratorium jenis makanan pada jajanan yang dikonsumsi para siswa.

“Kami mengambil sampel berupa jajanan Mie Spaghetti yang diduga menjadi penyeyab para korban mengalami gejala keracunan. Dari pengakuan pedagangnya, jajanan itu diolah sendiri olehnya, kemudian dijual. Sedangkan, pengujian akan dilakukan untuk mengetahui kandungan zat yang ada di dalam makanan yang dikonsumsi para korban,” ujarnya.(Sunarto/gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here