Demo Protes Ucapan “Laknat” Bupati Kuningan Berlangsung Ricuh

0
496

Gragepolitan, KUNINGAN – Aksi demo mengecam keras pernyataan Bupati Kuningan H Acep Purnama yang viral melontarkan kata “Laknat” bagi mereka yang tak memilih Capres no urut 01 berlangsung ricuh, Kamis (21/2/2019). Unjuk rasa dilakukan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rukun Agama Kuningan di Pendopo atau rumah dinas Bupati setempat.

Kericuhan terjadi saat peserta aksi memaksa masuk ke kantor bupati untuk memasangkan spanduk. Namun upaya pendemo dihalangi pihak Kepolisian hingga aksi saling dorong pun terjadi.

Bahkan aksi kemudian sempat memanas, setelah peserta aksi merasa ada mengintimidasi mereka. Apalagi intimidasi tersebut mereka rasakan sudah secara fisik dan juga lontaran perkataan kotor.

Tapi pihak kepolisian menganggap jika alas an tersebut hanyalah upaya provokasi karena mereka anggap tidak terjadi. Sehingga pihak kepolisian terpancing dan meminta kepada massa untuk tidak melakukan provokasi.

Sementara itu, sepanduk berbagai ukuran bertuliskan nada protes kepada pernyataan “Laknat” Bupati Acep dibentangkan  peserta aksi. Sepanduk-sepanduk itu diantaranya bertuliskan “Hak Kami Kau Adili, Bukan Berarti Kami Tidak Bisa Mengadili, ‘Kisah Si Ahok Terulang di Kota Kuningan’, Jaga Ucapan Hormati Keberagaman Warga Kuningan’.

Salah seorang peserta aksi meneriakkan bahwa mereka tidak ingin kasus yang menimpa Ahok terjadi di Kuningan.

“Jangan sampai Kasus Ahok jilid II terjadi di kota kami. Kata ‘Laknat’ itu milik Allah, bukan milik Bupati. Kami ingin Kuningan kondusif. Kalau seperti ini jadi di mana Kuningan agamisnya,” teriaknya seraya diamini peserta aksi lainnya.

Mereka menuntut Acep melakukan permintaan maaf kepada umat beragama atas ucapannya yang dianggap melukai umat. Begitupun ucapan Acep tersebut mereka nilai merupakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan untuk pengarahan dukungan terhadap salah satu calon dalam Pilpres.(Kesa/gragepolitan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here