Dari Talk Show Pikiran Rakyat TV, Akademisi Sebut Cirebon Pantas Jadi Ibu Kota Jabar

0
225

CIREBON, GRAGEPOLITAN.COM – Di tengah ramainya wacana pemindahan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang digulirkan Gubernur Jabar, M Ridwan Kamil mendapat tanggapan beragam. salah satunya datang dari akademisi asal Majalengka, Prof Cecep S. Menurutnya, wilayah Cirebon akan jauh lebih strategis.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi acara talk show PRTV Cirebon yang dipandu Direktur PRTV Cirebon, Andik Kurniadi dan Presenter PRTV, Putry Bakti di Mamamia Resto,Cafe & Coffee, Kampung Melati, Kesambi, Kota Cirebon Kamis (29/8/19) malam tadi.

“Dalam kajian keilmuan, sejak 1990-an disebutkan Jawa itu bukan pulau tetapi kota. Jadi, secara umum sebuah daerah berada ditengah itu akan jadi satu kesatuan daya yang sangat luar biasa karena letaknya strategis,” paparnya.

Maka dari itu, kalau Pemprov  akan memindahkan ibu kota provinsi ke Cirebon maka sebenarnya akan jauh lebih strategis.
Terkait beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Cecep menegaskan hal tersebut sebagai sebuah respon yang sangat logis apabila dilihat dari kacamata politik dan sosiologis.

“Meskipun terlambat dalam pembangunanya, keberadaannya merupakan respons dari sebuah perubahan dan sangat positif. Semoga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat wilayah Cirebon dan sekitarnya,” harapnya.

Sementara itu, Rizkita T Widodo selaku Direktur Pemasaran PT PPRO BIJB AD menjelaskan, PT BIJB dibentuk tahun 2014 untuk menjalankan program Pemprov Jabar dimana dalam fungsinya diantaranya, membangun, mengelola dan mengembangkan aero city.

Ia menyebutkan dalam operasionalnya, PT BIJB bermitra dengan PT Angkasa Pura 2. Hal tersebut berdasarkan keputusan pemerintah pusat melalui Kemenhub RI.
“Belum lama ini kami sudah melakukan MOU, yaitu dengan dipaksanakannya penandatanganan pembelian saham. Dimana, saham BIJB senilai 25% diambil oleh PT Angkasa Pura 2 dan sekarang sudah melebur jadi pengelola atau melakukan pengelolaan BIJB,” ungkapnya.

Pada acara yang sama, Ridwan selaku Manager Marketing Grand Anila Apartment menyampaikan, kawasan aero city dibangun pada lahan seluas 414,3 hekater. Sekitar 300 hektare dimanfaatkan untuk salah satu apartemen yaitu Grand Anila Apartement.

“Grand Anila adalah salah satu langkah pioneer pengembangan aero city. Dimana BIJB dengan PPRO sudah mempercayakan membentuk satu anak perusahaan. Kita mempunyai magnet besar karena BIJB ini beda dengan bandara lainnya,” ucapnya.

Ridwan melanjutkan, 24 jam dalam operasionalnya BIJB akan disibukan dengan pergantian maskapai baik domestik maupun penerbangan internasional. Maka dari itu, Grand Anila hadir sebagai pioneer dalam penyediaan residential. (Cepy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here