Coreng Kota Wali dan Langgar Perda, PBNU Minta Diskotik Wahaha Tutup Selamanya

0
1646

Gragepolitan/PRTV, CIREBON – Keberadaan Diskotik Wahaha di Komplek Cirebon Super Blok (CSB) Kota Cirebon dikeluhkan warga. Selain melanggar Perda Miras Nol Persen karena diduga kuat menjual aneka miras, bocornya suara musik dari ruangan diskotik tersebut di lantai 5 sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Diperoleh informasi, bocornya suara dentuman musik diskotik ini sudah berlangsung sejak lama. Terutama gaungan suara musik terdengar di keheningan malam mulai sekitar Pukul 23.30 WIB hingga Pukul 02.15 WIB.

“Keresahan warga akibat suara musik dari Diskotik Wahaha ini bukan rahasia lagi. Itu sudah berlangsung sejak cukup lama. Tapi anehnya selama itu pula mereka adem-adem saja tak pernah ditindak aparat apalagi ditutup. Padahal jelas-jelas mereka juga telah melanggar perda karena diduga selama ini nekat menjual miras,” ujar Miryanto dari Cakrabuana Indonesia Bersatu (CIB), Rabu (11/3/2020).

Sementara itu, dari penelusuran TIM Gragepolitan/PRTV Cirebon, selain menyediakan ruangan diskotik dengan kapasitas cukup besar, Wahaha Hotel And Entertainment Ini juga menyediakan ruangan karaoke yang beroperasi hingga Pukul 02.00 WIB. Mereka juga bekerjasama dengan pihak penyedia jasa pemandu lagu (PL) yang bisa dipesan setiap tamunya dengan tarif booking Rp 300 ribu/jam.

Di sisi lain, untuk kamar-kamar hotel disediakan manajemen Wahaha terletak di sebelah kiri gedung, mulai lantai 1 hinga lantai 5. Tarifnya cukup murah di kisaran Rp 300 ribu-an/malam.

Sementara terkait Diskotik Wahaha dan dugaan penjualan miras ini, Belum ada tanggapan resmi dari pihak Satpol PP Kota Cirebon selaku penegak perda. Saat dihubungi melalui selulernya, Kasatpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan teleponya tengah tidak aktif.

Begitupun, pihak manajemen Wahaha Hotel And Entertainment belum memberikan komentarnya. General Manager Wahaha Hotel And Entertainment, Yovfanri Prasetya enggan memberikan tanggapannya.

Terpisah, Ketua PBNU yang juga tokoh Kota Cirebon, Drs KH. Eman Suryaman, menyayangkan dibiarkannya keberadaan Diskotik Wahaha di Wahaha Hotel And Entertainment tersebut. Karena selain telah melanggar Perda Miras Nol Persen yang telah bertahun-tahun diberlakukan di Kota Cirebon, suara dentuman musik tiap malam telah mengganggu warga.

“Lebih penting dari itu, Kota Cirebon ini kan sudah terkenal dengan sebutan kota wali sebagai salah satu identitasnya. Yang benar saja, masa di kota wali ada tempat usaha seperti itu. Apalagi DPRD setempat sudah membuat dan memberlakukan perda miras nol persen. Jadi menurut kami, keberadaan Diskotik Wahaha ini harus ditutup selamanya. Jadi bukan hanya selama Ramadhan saja nanti, tapi aparat harus berani menutup selamanya dan memberikan sanksi tegas,” tandas Mantan Ketua PWNU Jabar ini. (TIM/PRTV/Gragepolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here