Çirebon Belum Siap Antisipasi Kemungkinan Terburuk Covid-19

0
261

Gragepolitan, CIREBON – Langkah nyata antisipatif kemungkinan terburuk penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kota dan Kab Cirebon masih sebatas arahan dan pertemuan terbatas. Sementara penyiapan ruang isolasi besar-besaran, termasuk peralatan serta kelengkapan proteksi tenaga medis masih belum ada.

“Salah satu karakter dari virus ini penyebarannya cepat. Karenanya bukan tidak mungkin dalam waktu yang tidak lama penyebaran cepat akan sampai ke Cirebon. Makanya saat ini kita harus menyiapkan segalanya, terutama untuk ruang perawatan dan isolasi,” kata Direktur Utama (Dirut) RS Permata, dr Asad kepada gragepolitan.com, Kamis (19/3/2020).

Ahli atau dr specialis THT ini menyebutkan, untuk ruangan isolasi Pemkab dan Kota Cirebon bisa memanfaatkan BRSUD Gunungjati (tengah), RSUD Arjawinangun (barat) dan RSUD Waled (timur).

Menurutnya, ketiga rumah sakit milik pemerintah daerah ini bias dikonsentrasikan khusus untuk penanganan pasien Virus Corona. Sehingga pada saat kondisi terburuk penyebaran nanti, semuanya telah siap.

“Bahkan bila perlu menurut saya ke tiga rumah sakit ini dari sekarang semua ruangannya disiapkan khusus untuk penanganan corona. Jangan seperti sekarang, di BRSUD Gunungjati informasinya baru ada enam ruangan isolasi saja untuk pasien corona ini. Padahal, jangan salah kemungkinan terburuk sudah di depan mata. Jadi kalau pemerintah tidak menyiapkan hal ini, kita akan kewalahan,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, masih dalam antisipasi kemungkinan terburuk ini, Pemkot dan Pemkab harus bisa melengkapi peralatan medisnya. Begitupun peralatan untuk memproteksi tenaga medis harus menjadi perhatian mengingat resistensi para medis terkena corona sangat tinggi.

Di sisi lain, lanjutnya, jika kemungkinan terburuk nanti tiba, pihaknya juga mengingatkan akan dampak ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya daya beli dan akan langkanya kebutuhan sehari-hari.

“Jadi kenapa tidak Pemkab dan Pemkot, saat ini bila perlu membeli semua barang sehari-hari yang ada di supermarket atau minimarket. Ini sangat pentinng agar nanti menjadi stok yang diperuntukan bagi warga,” ulasnya.

Sementara ditanya apakah pihaknya sudah pernah diundang pemerintah daerah setempat terkait penanganan corona ini, diakuinya sebatas pertemuan. Di mana sifatnya baru arahan-arahan dan rapat-rapat terbatas.(dik/gragepolitan)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here