Cipta Kerja “Kesempatan dalam Kesempitan

0
227

Oleh: Asep Sholeh Fakhrul Insan, ST. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat

INDONESIA kembali berduka, sandiwara semakin nyata. Pandemi Covid-19 ini semakin meradang banyak dimana mana kenaikan tingkat pasien positif Covid-19. Zona merah semakin lama semakin bertambah. Kesehatan seakan berperang melawan Ekonomi. Semua orang sedang fokus untuk penanganan dan pencegahan Pandemi ini. Pemerintah, pengusaha, pekerja, pedagang dan juga sampai ke masyarakat sedang berusaha melawan Pandemi dan membangkitkan Ekonomi. Tapi tidak dengan DPR.

Belakangan kita semua dipecahkan dalam 2 masalah besar terutama bagi kaum Buruh. Ditengah banyak gelombang PHK, Efisiensi karyawan bahkan pengurangan pendapatan karyawan. DPRRI (red: Senayan) justru asik dengan pembahasan-pembahasan RUU Cipta Kerja. Rancangan Undang Undang yang sebelumnya banyak dibahas kaum buruh adalah hal yang justru merugikan buruh tapi menguntungkan investor.

Ketimbangan yang dirasa berat sebelah dalam beberapa poin di dalam RUU Cipta Kerja terutama tentang Ketenagakerjaan membuat para Buruh menjadi sulit untuk tidur nyenyak.

Senayan seakan mengambil Kesempatan dalam Kesempitan. Dimana semua orang dan bahkan negara ini sedang berusaha bangkit dalam keterpurukan Pandemi Covid-19, tapi senayan seperti merencanakan sesuatu yang sudah direncanakan.

RUU Cipta Kerja yang beberapa kesempatan juga sudah ditentang dari kalangan Buruh menghasilkan poin-poin yang dirasa merugikan. Beberapa diantaranya adalah tentang Pengurangan nilai Pesangon, Penghapusan upah minimum, Pembebasan TKA buruh kasar, penggunaan outsourching yang masif bahkan tanpa ada batas waktunya serta ancaman hilangnya jaminan sosial.

Bagi kami kaum buruh hanya ingin menuntut keadilan. Bukan tidak ada kelemahan dalam UUK sebelumnya tapi malah RUU ini semakin melemahkan. Dimanakah hati nurani DPR? Akankan mereka setelah jadi justru menjadi golongan wakil yang kontra dengan Rakyat?

Presiden harus mampu mengambil langkah yang baik dan jitu untuk menyelamatkan kaum Buruh saat ini. Jadilah pahlawan tanpa tanda jasa yang abadi. Bantulah kami kaum Buruh yang tidak mampu melawan tidak mampu juga memiliki daya dan upaya yang besar untuk menghentikan UU Cipta Kerja ini.

Saya pribadi sangat mengecam RUU ini menjadi UU. Jika terjadi tentu benar sudah matinya hati nurani DPR dan gugurnya tugas jasa wakil sebagai wakil rakyat di parlemen. Astagfirullahaladzim.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here