Bupati Purwakarta Larang Warga Antre Daging Kurban

0
401
Purwakarta, (Grapol) – Untuk mengantisifasi berjubelnya antrean para Mustahiq (penerima kurban) diwilayah Kabupaten Purwakarta, pada hari Raya Idul Adha 1438 H, Jumat, (1/9/17), Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengeluarkan Surat Edaran tentang larangan agar para mustahiq tidak antre ditempat pemyembelihan hewan kurban, saat pembagian daging kurban.
Dedi beralasan, fenomena antrean pembagian daging kurban kerap menimbulkan suasana berdesakan diantara para mustahiq bahkan seringkali mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
“Itu yang menjadi alasan utama Pemkab Purwakarta, dalam mengeluarkan Surat Edaran ini,” ucap Dedi, Kamis (31/8/17).
Dedi juga menghimbau agar panitia kurban tidak mengumpulkan mustahiq di tempat pemotongan hewan. Daging kurban yang sudah dikemas dalam plastik harus diantarkan mereka “door to door” atau secara langsung.
Menurut Dedi, Mustahiq daging kurban sudah seharusnya menerima penghormatan dari ummat. Karena berkat eksistensi merekalah kaum berpunya dapat memperoleh ladang ibadah yakni memberi daging kurban. Kita harus memberikan rasa hormat kepada para mustahiq. Jangan pernah mereka terlihat repot dengan cara antre apalagi sampai berdesakan.
Untuk itu sebagai langkah efektif dalam  sosialisasi kebijakan yang dikeluarkannya, Dedi sudah meminta kepada leading sektor terkait, agar melakukan publikasi melalui surat resmi dan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram maupun pesan berantai melalui Whatsapp.
Ia menyebutkan, selain alasan syar’i, ada nilai sosio-kultural yang melatar-belangi kebijakan pelarangan antre ini. Sekedar mengingat, salah satu tradisi yang masih ada di kalangan masyarakat Jawa Barat, jika sedang mengadakan syukuran, makanan sebagai tanda syukur itu dibagikan dengan cara diantar ke rumah-rumah tetangga.(Ian/Rony/Grapol).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here