Bupati Geram, Ribuan Rutilahu di Majalengka Minim Perhatian CSR Dunia Usaha

0
872

MAJALENGKA, (Grapol) –Bupati Majalengka H Sutrisno menyampaikan kepprihatinannya terkait masih banyaknya masyarakat Majalengka yang belum memiliki rumah layak huni. Di sisi lain Bupati juga menyesalkan sekaligus geram atas minimnya perhatian dunia usaha yang hingga kini terkesan enggan memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu Rutilahu.

Hal tersebut diungkapkan Bupati saat Penyerahan bantuan perbaikan Rutilahu dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Produktif dana CSR dari dunia Perbankan,  Kamis (22/12/2017).

Berdasarkan data dari Dinas PPSDA tercatat ada 2700 Rutilahu diwilayah Majalengka belum tersentuh perbaikan.

“Akhir tahun 2018 mendatang harus sudah beres semua. Rutilahu merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan di Majalengka,” tegas bupati dalam sambutan usai memberikan prasasti Rutilahu secara simbolis di Gedung Yudha.

Orang nomor satu di Majalengka mengaku geram dengan minimnya perusahaan industri atau pabrik yang ada di Majalengka dengan memberikan program rutilahu sangat sedikit. Perusahaan diminta jangan hanya sebatas syarat atau formalitas semata. Program rutilahu bukan hanya tanggungjawab pemerintah kabupaten saja melainkan sejumlah pihak termasuk seluruh perusahaan.

“Saya izinkan berdirinya perusahaan di Majalengka. Kemudian soal kondusifitas daerah juga kita jaga. Ini kok malah memberikan CSR kayak normatif untuk memenuhi persyaratan saja,” tegasnya.

Pihaknya mengaku secara tegas menyampaikan kepada sejumlah perusahaan yang hadir memberikan program CSR dengan bentuk Rutilahu. Sebagaimana aturan sudah jelas berapa persen harus dikeluarkan kepada lingkungan. Seharusnya perusahaan bisa menghargai masyarakat sekitar hingga lingkungannya.

“Saya sengaja bilang keras kepada perusahaan yang memberikan CSR Rutilahu terutama perusahaan pabrik atau industri yang ada diwilayah utara Majalengka ini. Tolong sampaikan kepada pimpinan agar menghargai masyarakat dan lingkungan dengan baik,” imbaunya.

Disamping itu, bupati juga sering mendapatkan informasi terkait adanya penerima program Rutilahu yang hanya diberikan semen dan kusen saja. Artinya oknum ini dinilai tidak merasa kasihan kepada mereka yang bernasib kurang baik. Selain itu juga dinilai sebagai penghalang program mengentaskan kemiskinan.

“Setiap desa juga diminta harus menganggarkan melalui Dana Desa (DD) minimalnya dua unit rutilahu atau lebih banyak lebih baik. Selain itu terkait nilai besaran juga jangan sampai hanya mengacu dari Sembilan tahun yang lalu atau masih Rp10 juta. Ini harus ditingkatkan besarannya menjadi Rp15 juta sebagaimana penyesuaian dari pemerintah pusat,” tandasnya

Sementara itu, bantuan perbaikan Rutilahu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat produktif dana CSR perbankan datang dari beberapa perushaan.  Di antaranya dari PT Bank BJB, Perumda BPR Majalengka, PT Leetex Garment Indonesia, PT Wijaya Karya Beton, PT Bibit Indonesia, PT Adis Dinamika Sentosa, Dan PT Teknotama Lingkungan Internusa Kab Majalengka,

Sebanyak 55 warga penerima bantuan dari 24 desa dan 9 Kecamatan berkumpul di Gedung Yudha.(Nano/Grapol)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here