Bongkar Muat Batu Bara Dibuka, DPRD Kota Cirebon Ancam Gunakan Hak Interplasi

0
945
ilustrasi

Cirebon, GRAGEPOLITAN-Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon membuka kembali bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon mulai Selasa (27/9) membuat geram DPRD setempat. Atas sikap keukeuh pemkot tersebut DPRD Kota Cirebon kini berencana untuk menggunakan hak politiknya, termasuk kemungkinan menggunakan hak interplasinya pada wali kota selaku kepala daerah.

“Sikap kami di dewan tetap seperti semula, yakni menolak adanya kembali bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon. Jika sekarang pemkot dalam hal ini wali kota tetap memaksa membukanya kembali, mohon maaf kami di dewan terpaksa akan melakukan langkah-langkah kongrit seperti halnya beberapa hak politik yang ada. Bisa pembentukan panitia kerja (panja), atau panitia khusus (pansus), bahkan bisa juga hingga menggunakan hak interplasi (hak bertanya) kepada wali kota,” kata Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno kepada gragepolitan ketika ditanya tetap dibukanya kembali bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, Selasa (27/9).

Ia menyebutkan, dalam menyikapi persoalan dibukanya kembali bongkar muat batu bara tersebut, DPRD akan segera melakukan rapat internal. Tujuannya untuk menentukan langkah atau sikap dewan atas dibukanya bongkar muat batu bara oleh Pemkot Cirebon.

Menurutnya, dalam persoalan tersebut, walikota dinilainya terlalu gegabah karena berani membuka kembali bongkar muat batu bara secara sepihak. Begitupun Rencana Induk Pelabuhan (RIP) tanpa menunggu hasil kajian dari Kemnterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Makanya, kami akan melakukan langkah tegas seperti halnya menggunakan hak interpelasi. Di mana dengan hak ini, wali kota sebagai kepala daerah berkewajiban memberi penjelasan kepada DPRD. Jika keterangan yang diberikannya dianggap tidak rasional, bukan tidak mungkin hak interplasi bisa menjadi loncatan munculnya mosi tidak percaya kepada wali kota,” tandasnya.(G-01)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here