Banyak Rumah di Kabupaten Serang Belum Teraliri Listrik

0
196

Gragepolitan.com(Banten)– Rumah-rumah di Kabupaten Serang banyak yang belum teraliri listrik. Sebagian masyarakat terpaksa memilih menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak tanah untuk penerangan di malam hari.

Mungkasajuki (55), Warga Kampung Jahura, Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang salah satunya. Sebelum mendapat bantuan sambungan listrik dari BUMN, Jumat (13/7/18), ia sama sekali tidak memiliki sambungan listrik sudah sejak lama. Keluarganya, menggunakan lampuronggeng atau lampu berbahan bakar minyak tanah untuk penerangan dikala malam hari.

Setiap enam hari sekali, Mungkas membeli minyak tanah dengan harga Rp.9000 per liter. Dengan lampu tradisional tersebut, dalam sebulan ia biasa mengahbiskan uang untuk membeli minyak tanah, yakni Rp.42.000.

“Sekarang Alhamdulillah sudah teraliri listrik. Berkat bantuan Ibu Menteri BUMN Rini Soemarno,” kata dia, yang baru saja rumahnya disambungkan listrik PLN, Jumat (13/7).

Ditemui di tempat yang sama, Asda I Kabupaten Serang Agus Erwana tidak memungkiri bahwa, di Kabupaten Serang masih banyak rumah-rumah yang belum teraliri listrik, sepanjang masih banyak juga rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.

“Contoh saja rumah tidak layak huni 13.000 yang sudah yakin tidak ada lsitriknya. Saya tadi berbicara dengan Bu Menteri, mudah-mudahan bisa bersinergi dengan BUMN memberikan bantuan listriknya dan kami memperbaiki rutilahu,” kata dia, di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Jumat (13/7).

Ia mengatakan, BUMN memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada Pemerintah Kabupaten Serang untuk digunakan oleh masaryakat yang belum teraliri listrik yakni sebanayk 1.332 sambungan.

“Jadi sambungan, peralatan dan pasang semuanya gratis, tinggal biaya bulanan saja, saya rasa cukup murah bila dibandingkan dengan harus membeli minyak tanah, sama saja,” pungkasnya. (Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here